Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, September 20, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Pemkab Probolinggo Tertarik Capaian SAKIP Banyuwangi
  • Follow Us!

Pemkab Probolinggo Tertarik Capaian SAKIP Banyuwangi 

BERITA BANYUWANGI – Capaian Banyuwangi yang telah dinobatkan sebagai Kabupaten penyandang predikat terbaik Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) se-Indonesia, menarik perhatian dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur  untuk belajar SAKIP ke Banyuwangi, Jawa Timur.

SAKIP merupakan sebuah sistem terintegrasi dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan yang memiliki empat fokus pelaporan dan evaluasi, yaitu laporan anggaran, kinerja ‘output’ program pembangunan, kinerja ‘outcome’ program, dan kinerja sasaran.

Wakil Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko mengatakan, pihaknya selalu tertarik dengan capaian – capaian dan inovasi yang dimiliki berbagai daerah. Banyuwangi salah satunya, yang menurut Timbul tak henti berinovasi.

“Kami ingin maju seperti Banyuwangi. Tujuannya satu,  memperkaya cara-cara pemberian pelayanan kepada publik,” kata Timbul.

Kunjungan ini, lanjut Timbul, sudah direncanakan sejak lama, namun baru sekarang bisa kesampaian. 

“Banyuwangi ini secara signifikan menunjukkan progressnya. Berbagai penghargaan diraih. Dan ketika kami datang kesini, benar saja, ternyata Banyuwangi berkembang luar biasa,” puji Timbul, Sabtu (1/4/2017).

Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto yang menerima rombongan dan mempersilahkan Kabupaten Probolinggo untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Banyuwangi.

“Dulu kami juga banyak melakukan bench marking ke berbagai daerah. Bahkan negara untuk melakukan perbaikan dan yang sekarang kita nikmati adalah buah dari itu semua,” kata Ustadi.

Selain itu, tambah Ustadi, keberhasilan Banyuwangi merupakan sinergi antara pemimpin dengan yang dipimpin. “Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merespon dengan cepat keinginan kepala daerah. Ego sektoral juga kita hilangkan, sehingga semua bisa bekerja  saling support,” katanya.

Terkait predikat memuaskan atas SAKIP yang diraih Banyuwangi, kata Ustadi, kuncinya adalah komitmen pimpinan daerah yang sangat tinggi dan konsisten terhadap dokumen perencanaan sampai pertanggungjawaban pembangunan.

Hal itu ditopang oleh kebersamaan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Kita  selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja SKPD. Kemudian juga selalu berkonsultasi kepada Pemprov dan Kementerian PAN-RB,“ beber Ustadi.

Ustadi menerangkan, ada beberapa langkah kerja yang dilaksanakan dalam rangka peningkatan implementasi SAKIP. Antara lain, komitmen pimpinan daerah dan pimpinan SKPD.

Penguatan peran Bappeda dalam perencanaan, Inspektorat dalam evaluasi SAKIP dan Bagian Organisasi dalam pelaporan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP).

Selain belajar soal SAKIP, rombongan Pemkab Probolinggo ini juga mencari tahu tentang pengembangan pariwisata Banyuwangi, kemudian juga kiat-kiat Banyuwangi untuk bisa meraih Anugerah Pangripta Nusantara.

Penghargaan terhadap penyusunan dokumen  perencanaan terbaik. Serta bagaimana Banyuwangi menjadikan smart kampung sebagai upaya untuk melejitkan potensi desa.

Rombongan Pemkab Probolinggo yang terdiri dari 25 orang ini sebelumnya juga mengunjungi  Lounge Pelayanan Publik yang ada di areal Kantor Pemkab Banyuwangi.

Di lounge yang merupakan ruang tunggu bagi para tamu Pemkab ini, mereka sempat merasakan jajanan dan minuman tradisional khas Banyuwangi yang disajikan secara self service.

Selain itu mereka juga berkesempatan untuk mengakses berbagai informasi melalui berbagai layar monitor yang tersedia. (Eko)

Biro Banyuwangi

Comments

comments