Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Agustus 26, 2019
Halaman Home » Berita Lain » Merasa Belum Dibayar, Budi Akan Tuntut Haknya Secara Hukum
  • Follow Us!

Merasa Belum Dibayar, Budi Akan Tuntut Haknya Secara Hukum 

BERITA SEMARANG – Kenan Budi Raharjo (45) selaku Sub kontraktor Maincon PT. Satriyamas Karyatama mengaku sudah tiga bulan belum dibayar terkait pekerjaan jembatan Jabungan yang berada di kelurahan Jabungan, Banyumanik Kota Semarang .

Budi, warga Jalan Kerajan Kulon Kaliwungu Kendal mengatakan, dirinya mengerjakan jembatan Jabungan  dengan pagu anggaran Rp 4,8 Miliar dan disub kontrakan ke dia senilai Rp 3,4 Miliar. Namun saat pekerjaan hampir selesai tiba-tiba pihaknya diberhentikan dengan alasan kerjaan lamban .

“Saya siap mundur dari pekerjaan tersebut asalkan semua yang sudah saya kerjakan dihitung kembali secara real,” kata Budi di Semarang, Jumat (31/3/2017). Namun setelah diadakan perhitungan ternyata tidaklah singkron.

Pihaknya sudah berusaha mediasi di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jateng yang saat itu dijembatani AKBP Sukino, namun belum ada hasilnya. Bahkan mediasi yang kedua juga harus batal lantaran orang tua pihak PT mendadak sakit.

Meski sudah tiga bulan lamanya, Budi masih sabar menunggu niat baik dari PT. Satriyamas Karyatama Semarang tersebut.

“Mereka (pihak PT-red) beralasan bulan pertama masih menunggu perhitungan, bulan kedua nunggu
perhitungan lagi, dan dibulan ke tiga, dugaan saya mereka tidak ada niat untuk membayar. Padahal Desember 2016 lalu proyek selesai. Kita ini kuli, kita yang mengerjakan, namun jerih payah kita malah dipermainkan dan tidak dibayar,” ungkap Budi.

Budi menegaskan, apabila tidak ada itikat baik dari pihak PT Satriyamas Karyatama Semarang, pihaknya dalam waktu dekat akan menuntut haknya melalui upaya jalur hukum.

“Permintaan saya hanya satu yaitu menuntut hak jerih payah kami yang selama ini
belum dibayar sesuai tagihan, yakni sebesar Rp 483 juta. Namun karena tidak ada kepastian, kami akan bawa persoalan ini ke jalur hukum, ” tandas Budi.

Tepisah, Koko dari perwakilan PT Satriyamas Karyatama yang juga hadir dalam mediasi di Dit Reskrimsus Polda Jateng mengatakan, pihaknya saat itu membatalkan mediasi karena keluarganya ada yang sakit (masuk ICU). Pihaknya juga membantah jika PT telah ngesub Proyek, melainkan hanya jasa tenaga saja.

” Saya tidak merasa mencurangi. Untuk masalah barang, semua kan dari PT. Dia hanya mengerjakan saja,” kata Koko saat dikonfirmasi melalui telephon selulernya.

Menurutnya, terkait pembayaran tagihan yang mencapai Rp 400 juta lebih itu, pihaknya siap bertemu lagi untuk hitung-hitungan . “Kami siap untuk hitung-hitungan kembali, karena saya yakin nanti ketemunya tidak sampai ratusan, namun hanya puluhan juta saja,” tandasnya. (Nn)

Biro Semarang

Comments

comments