Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 29, 2020
Halaman Home » Entertainment » Komnas Anak: Ayu Tinting-Ting Alami Trauma Berat
  • Follow Us!

Komnas Anak: Ayu Tinting-Ting Alami Trauma Berat 

BERITA JAKARTA – Komisioner Komisi Nasional Anak (Komnas Anak) Jolanda Kalonta mengatakan, kenapa seorang Ibu seperti, Ayu Ting-Ting menutup akses pertemuan antara anak dengan sang ayah, pastilah ada alasan kuat dan kepahitan hati yang sangat dalam.

“Dari sisi sebagai perempuan saya bisa memahami hal itu,” terang Jolanda ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Rabu (22/3/2017).

Namun kata Jolanda, jika anak itu ada dan terlahir dalam perkawinan yang sah secara hukum, maka anak itu, mempunyai ayah/ibu yang sah juga, tidak ada satu manusiapun dapat memisahkan atau menghalang-halangi pertemuan antara anak dengan ayah atau Ibunya, kecuali dunia ini runtuh.

“Anak berhak mendapatkan/menerima kasih sayang dari kedua orang tuanya, meskipun orang tua sudah bercerai/berpisah. Hal ini juga tercover dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 7,” ungkapnya.

Menurut Kak Jo sapaan akrab Jolanda, ada baiknya jika hal tersebut dibicarakan dengan bijak oleh kedua belah pihak. Jangan masalah ini dibawah sampai pada rana hukum.

“Mari kedua belah pihak berbesar hati melihat anak, karena anak, bukan barang yang harus di sengketakan. Semakin banyak pihak yang memberi kasih sayang akan semakin baik,” sarannya.

Jolanda kembali mengulas, memang dari sisi perempuan Ayu Ting-Ting pasti mengalami trauma yang luar biasa dan benci yang sangat mendalam, sehingga melakukan hal demikian. Namun, tetap dalam hal hak anak Ayu telah melanggar UU Perlindungan Anak.

“Saya menyadari pasti Ayu mengalami rasa trauma, benci dan dendam yang luar biasa pada diri Ayu kepada Enji. Namun, UU tetap tidak membenarkan perbuatan Ayu,” katanya.

Jadi menurutnya, Ayu harus berbesar hati dan mengkesampingkan rasa benci terhadap Enji demi pemenuhan hak anaknya. Sebab anak berhak mengetahui dan bertemu dengan orang tuanya.

Waktu selama 3 tahun tambah Jolanda, sudah cukup untuk mengubur dengki dan benci atas segala perlakuan Enji terhadapnya, sehingga mulailah membuka diri untuk mengizinkan Enji bertemu dengan anaknya agar tidak menabrak UU,” pungkasnya. (Zande)

Comments

comments