Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Mei 25, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Dilecehkan di Medsos, Banser Tuntut Oknum Satpol PP Minta Maaf
  • Follow Us!

Dilecehkan di Medsos, Banser Tuntut Oknum Satpol PP Minta Maaf 

BERITA PEMALANG – Sejumlah pemuda GP Ansor dan Banser di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah geram terhadap oknum anggota Satpol PP yang dianggap telah melecehkan anggota Banser. Kemarahan Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama itu, karena telah dibanding-bandingkan dalam sebuah tulisan di media sosial facebook.

Ketua PC GP Ansor Mahfudin mengatakan, adanya tulisan di beranda di akun facebook milik oknum anggota Satpol PP, Wawan Eko Prasetyo itu, tentu mengundang berbagai tanggapan. Bahan memicu kemarahan dari anggota Banser yang ada di Kabupaten Pemalang. Sebab, isi tulisannya itu telah membanding-banding Banser.

Padahal, Banser juga mempunyai grup di facebook dengan namanya Banser Pemalang. Karena itu, anggota Banser melihat tulisan itu saling memberikan tangggapan bermacam-macam bahkan marah dengan adanya tulisan tersebut.

”Begitu teman-teman Banser membuka facebook di beranda ada tulisan yang dinilainya melecehkan Banser, maka teman-teman marah,” ujarnya kepada Beritaekspres.com, Senin (27/2/2017).

Tulisan itu diantaranya adalah membandingkan jika 10.000 anggota Banser sebanding dengan 1 orang anggota Kostrad, 10.000 anggota Banser sebanding dengan 1 orang anggota Kopasus, dan 10 anggota Banser sebanding dengan 1 orang anggota Hansip. Tulisan itu dianggap sangat melecehkan terhadap Banser.

Dengan demikian, Mahfudin, selaku Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pemalang langsung menindaklanjuti dan menemui Kepala Satpol PP sebagai pimpinan oknum Satpol PP tersebut. Kemudian pada 21 Februari lalu, saat pihaknya bertemu dengan pimpinan Satpol PP, dia sudah berjanji untuk menindaklajuti persoalan.

Namun demikian, di hadapan Kepala Satpol PP Kabupaten Pemalang Wahyu Sukarno, ada sejumlah tuntutan dari Banser yang disampikan. Pertama, agar yang bersangkutan meminta maaf secara lisan. Kedua meminta maaf di media social. Kemudian ketiga meminta maaf dalam surat pernyataan yang ditujukan kepada anggota Banser dan warga Nahdliyin.

Dari hasil pertemuan dengan Kepala Satpol PP, sudah ada bukti tindak lanjut, yaitu oknum Satpol PP yang bersangkutan telah diberi peringatan, baik dalam bentuk tertulis maupun lisan. Adapun surat peringatan itu sudah diterimanya. Meski ada bukti tindakan dari pimpinan Satpol PP, tapi anggota Banser tetap meminta ada permohonan maaf secara lisan dihadapan anggota Banser.

”Teman-teman Banser tetap menghendaki langsung yang bersangkutan menyampikan permohonan maaf. Adapun waktunya belum dibicarakan bersama teman-teman,” ujarnya.

Tulisan di media sosial itu telah menyinggung bukan hanya kepada peroroangan, tetapi secara kelembagaan. Sebab, itu jelas menyebut Banser bukan orang atau perorangan. Dengan demikian, siapapun yang menjadi anggota Banser pasti akan melakukan proses terkait masalah ini. Baik secara hukum maupun yang lainnya.

“Sebelum sampai pada pengaduan, kami berharap agar yang bersangkutan bisa memenuhi apa yang diminta oleh teman-teman Banser. Jika permintaan ini tidak dilakukan, kami akan melakukan tindakan secara hukum,” jelasnya.

Pihaknya tidak berharap kepada anggota Banser yang berjumlah kurang lebih 4 ribu maupun Pemuda Ansor dan warga Nahdliyin untuk bersabar. Sebab, semua ada pimpinan atau komandonya, sehingga harus sesuai prosedur yang ada. Artinya, tidak sampai main hakim sendiri.

”Mereka semua siap melaksanakan semua perintah yang telah diinstruksikan oleh pimpinan pusat, wilayah, dan pimpinan cabang,” tandasnya. (Boy Rasta)

Biro Tegal

Comments

comments