Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 22, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Angkutan Umum Kota Malang Minta Angkutan Online Dibubarkan
  • Follow Us!

Angkutan Umum Kota Malang Minta Angkutan Online Dibubarkan 

BERITA MALANG – Ratusan angkutan semua trayek dan taksi di Kota Malang, Jawa Timur banyak yang libur dan sebagian di parkir di seputaran Alun – Alun Tugu depan Balaikota dan Kantor DPRD Kota Malang, Senin (20/2/2017) siang.

Pasalnya, ratusan sopir angkot, taksi, dan armada lainnya menuntut pihak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membubarkan dan menghapus pengoperasian dan aplikasi ojek online, Grab, dan Uber.

Kepada Beritaekspres.com, salah satu sopir angkutan kota jalur AG, Candra, mengatakan bahwa, munculnya transportasi online tersebut sangat meresahkan angkutan konvensional yang sudah lama beroperasi di wilayah kota.

“Angkutan online tambah lama tambah banyak mas,” ujar dia saat ditemui di tengah-tengah kerumunan masa, Senin (20/2/2017)

Menurut Candra, selama beroperasinya angkutan online yang jumlahnya ribuan, omset pendapatan turun drastis. Ini disebabkan, angkutan online terutama ojek online bisa menjemput penumpang tergantung permintaan penumpang.

Selain itu, untuk tempat – tempat strategis seperti stasiun kereta api, terminal, halte, bahkan tempat agen pariwisata, angkutan online dengan mudah menjemput penumpangnya.

Hal tersebut yang membuat geram para angkutan konvensional dan taksi yang selama ini beroperasi. “Sejak beroperasinya angkutan online kurang lebih 6 bulan ini, penghasilan kami turun 50 hingga persen,” ungkapnya.

Mereka tambahnya, se-enaknya sendiri mengambil penumpang. “Maka, Kami meminta kepada Pemerintah, khususnya Pemkot Malang dan DPRD untuk membubarkan angkutan online dan menghapus aplikasinya,” pungkas pria ini. (Putut Priyono)

Biro Malang

Comments

comments