Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, November 24, 2017
Halaman Home » Megapolitan » Duh…! Ribetnya Sidang E-Tilang Biru di Kejari Jakpus
  • Follow Us!

Duh…! Ribetnya Sidang E-Tilang Biru di Kejari Jakpus 

BERITA JAKARTA – Sampai hari kedua diberlakukannya persidangan E-Tilang berwarna biru di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, dinilai sangat menyusahkan masyarakat, karena minimnya informasi terkait persidangan tersebut.

Kekecewaan masyarakat, bukan karena besarnya denda tilang yang harus dibayarkan, tapi karena proses tata cara persidangan bagi masyarakat yang mau mengurus di Kejari Jakpus banyak yang tidak paham dan mengerti.

“Kita yang ketilang ini, membawa berkas lembaran biru. Ada juga yang langsung ke Kejari dan mengambil nomor antrian. Setelah kita mendapatkan nomor antrian, maju ke loket, eh.. ngak bisa bayar, malah disuruh ke Bank BRI,” keluh salah seorang masyarakat kepada Beritaekspres.com, Senin (23/1/2017).

Kita juga sambungnya, setelah membayar ke Bank BRI harus balik lagi antri. Jadi bulak balik. “Lagian untuk informasi proses ini juga agak sulit. Akhirnya, kita sudah lama-lama mengantri eh…malah salah, sehingga ini benar-benar menyusahkan kita sebagai masyarakat pelanggar,” katanya sambil bergegas menuju ketempat parkir.

Sisih lain, ada yang sudah langsung membayar di Bank BRI sebesar Rp500 ribu untuk pelanggaran jenis mobil dan Rp250 ribu jenis motor dan mengambil nomor antrian sambil menuliskan nomor HP di berkas.

Setelah mendapat nomor antrian dan kemudian memperoleh barang bukti STNK atau SIM. Namun, uang kembalian disuruh ambil satu minggu lagi setelah adanya putusan berapa denda yang ditetapkan pihak Pengadilan.

“Kembalian uang bapak, baru bisa diambil seminggu lagi. Nanti akan kami SMS,” kata Tatang petugas tilang di loket Kejaksaan Negeri, Jakarta Pusat.

Jadi saya seminggu lagi balik kemari? Berapa memang denda tilang saya?” Dijawab petugas belum tahu besar denda berdasarkan putusan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Oleh karenanya seminggu lagi, pelanggar diminta balik mengambil sisa uang,” jelas petugas.

“Ini bikin susah saja. Dendanya pasti minimal, tapi bayarnya harus maksimal di Bank,” kata orang tersebut ngedumel.

Sedang pelanggar tilang berkas merah bisa langsung bayar di loket setelah mendapat nomor antrian, tapi tetap mengalami kekecewaan, karena berjam-jam harus mengantri. Ditambah lagi, saat mengantri itu, mereka berpanas-panasan dibawah trik matahari.

“Kenapa mesti sidang disini. Di Pengadilan kan enak, karena adem.” kata Roni salah satu pelanggar tilang

Diantara pelanggar tilang, sempat juga terjadi dialog, apa perbedaannya berkas biru dan berkas merah. Menurut seorang pemuda, pengalamannya diberi kertas biru, karena melawan polisi saat ditilang. “Tapi sekarang saya engga jelas,” katanya.

Kalau ditilang dengan kertas merah berarti kita mengakui kesalahan dan mau menandatangani buku tilang yang disodorkan polisi.

Perlu dipikirkan menurut mereka bagaimana kalau ditilang tapi uang belum ada. “Kalau lagi ngak punya kita pasti bingung. Lagian ini peraturan siapa,” kata orang tersebut.

Kertas tilang biru, tambahnya, menyiksa dan ribet. “Kita dibuat bulak – balik, menyita waktu dan melelahkan.” Pungkas orang tersebut. (Bambang)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments