Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Januari 28, 2020
Halaman Home » Peristiwa » Tersambar Petir, Tiga Pendaki Gunung Slamet Sekarat
  • Follow Us!

Tersambar Petir, Tiga Pendaki Gunung Slamet Sekarat 

BERITA TEGAL – Tiga orang pendaki Gunung Slamet, warga Desa Lebaksiu Lor Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, yakni Prayit (17), Muhammad Nofandio (16), dan Ilham (17), menderita luka bakar, akibat tersambar petir. Ketiganya mengalami luka bakar di kaki dan kepala. Lokasi kejadian di Pos Pendakian.

”Saat itu ketiganya dalam satu tenda dan bermaksud istirahat. Yaitu di hamparan tanah lapang dan beberapa pepohonan. Mendadak petir menyambar tenda hingga berlubang dan terbakar. Bahkan panas dan kebakaran itu mengenai beberapa bagian tubuh ketiga orang itu,” kata Potensi Tim SAR Purbalingga, Tarjuki kepada Beritaekspres.com, Sabtu (31/12/2016).

Prayit mengalami luka bakar dekat lutut kaki kanan dan jari melepuh. Sedangkan dua lainnya sedang turun bersama tim lainnya. Dua lainnya, Nofandio dan Ilham dikabaran mengalami luka bakar namun masih bisa berjalan meski lambat.

”Hingga pukul 18.00 kemarin masih berada di Pos 3 dan segera turun. Cuaca yang gerimis dan medan yang licin menjadikan evakuasi harus ekstra hati- hati,” tambahnya.

Pukul 17.00 Prayit berhasil dievakuasi turun dan tiba di Pondok Bambangan, Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas Karangreja dan sudah bisa diobati. Kondisinya juga sudah membaik.

Anggota Tim SAR lainnya, Slamet Ardiansyah mengatakan, penjemputan ketiga pendaki itu dilakukan oleh 15 relawan masing-masing 12 dari SAR Purbalingga dan 3 Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga.

Slamet juga mengatakan, ketiganya sebelumnya (28/12) mendaki Gunung Slamet melalui jalur pendakian Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Ibu kandung Nofandio, Sofiah mengatakan, anaknya memang berpamitan untuk mendaki Gunung Slamet. Dia bersama dua temannya yang beda sekolah bermaksud mengisi liburan. ”Sudah tiga kali ini anak saya naik. Ini saya masih menunggu. Kata teman- temannya di Tegal, anak saya tidak mengalami luka,” ungkapnya terbata.

Hingga pukul 18.45, kedua pendaki lainnya belum sampai ke pondok pemuda atau posko pendaki di Bambangan. Keluarga kedua pendaki juga masih belum sampai ke lokasi.

Sementara itu, pada malam tahun baru, pendaki yang naik ke puncak Gunung Slamet diperkirakan menurun dibanding tahun lalu. Sebab, banyak yang sudah mendaki saat libur sekolah dan saat acara bersih gunung pada rangkaian Kongres Gunung awal Desember lalu.

”Kami prediksi jumlah pendaki malam tahun baru turun sampai 50 persen. Kalau tahun sebelumnya bisa mencapai 4.000 pendaki, tahun ini hanya maksimal separuhnya. Itupun kami belum yakin,” kata Slamet. (Boy Rasta)

Biro Tegal 

Comments

comments