Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Oktober 14, 2019
Halaman Home » Hukum » Kejari Indramayu Eksekusi Perkara Anak ke LPKS Bogor Jawa Barat
  • Follow Us!

Kejari Indramayu Eksekusi Perkara Anak ke LPKS Bogor Jawa Barat 

BERITA INDRAMAYU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menutup akhir tahun 2016 ini dengan mengeksekusi anak bernama, Mohamad Bayu Addam Bin Dulyamin (17) dalam perkara kekerasan/pengeniayaan terhadap anak ke Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Marsudiputra di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat untuk mengikuti pendidikan selama 3  bulan kedepan.

Langkah itu diambil, berdasarkan penetapan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Jawa barat bernomor:16/Pen.Pid.Sus-Anak/2016/PN.Idm yang sudah menetapkan kesepakatan diversi tertanggal 15 Desember 2016 itu sah menurut hukum.

Selain itu, memerintahkan hakim untuk menghentikan proses persidangan atas perkara tersebut serta akan melanjutkan proses persidangan apabila para pihak tidak melaksanakan kesepakatan diversi. Dengan keluarnya penetapan Pengadilan Negeri, maka menjadi dasar untuk Jaksa melakukan eksekusi anak atas nama Mohamad Bayu Addam Bin Dulyamin (17).

“Pada prinsipnya kami selaku Jaksa hanya menjalankan perintah Undang-Undang dan prosedur yang berlaku sesuai dengan Pasal 197 ayat (3) dan 270 KUHAP jo Pasal 36 UU No.4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman jo Pasal 30 ayat (1) UU No.16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan,” jelas Jaksa Eko Purwanto kepada Beritaekspres.com, Jumat (30/12/2016).

Dijelaskan Eko, kasus ini bermula adanya tindak penganiayaan yang dilakukan oleh Mohamad Bayu Addam Bin Dulyamin (17) terhadap Muhandika Putra Abdusamad Bin Azis Purwanto (17) diruang kelas pra ujian SMA PGRI-2 Sindang Kabupaten Indramayu pada, Rabu 30 Maret 2016 sekira pukul 09.00 WIB lalu.

Akibat perbuatan itu, Mohamad Bayu Adam Bin Dulyamin melanggar Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (1) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau kedua, Pasal 351 ayat (1) KUHP yang kemudian telah dilakukan upaya diversi.

“Dilakukan upaya diversi pada tanggal 30 November 2016 dengan dipanggilnya kedua belah pihak dan berhasil ditemukan kesepakatan pada tanggal 15 Desember 2016 di Pengadilan Negeri Indramayu yang sebelumnya telah diupayakan diversi di Polsek Sindang dan Kejaksaan Negeri Indramayu,” terangnya.

Tetapi lanjut Eko, tidak ditemui kesepakatan. Oleh karna itu, saya selaku Jaksa mengambil sikap untuk meneruskan perkara tersebut ke tahap Prapenuntutan. Namun pada saat proses prapenuntutan pihak Pengadilan Negeri kembali mencoba menjebantani.

“Akhirnya, berhasil ditemui kesepakatan kedua belah pihak dan dikeluarkan surat ketetapan PN yang salah satu poinnya memerintahkan agar persidangan diberhentikan,” tandas Jaksa Eko Purwanto.

Dengan begitu Tim Jaksa Penuntut Umum yang terdiri dari Eko Purwanto SH, Jaya P.Sitompul SH.MH, Tisna Prasetya Wijaya SH melakukan eksekusi Mohamad Bayu Addam Bin Dulyamin (17) perkara kekerasan terhadap anak dan atau penganiayaan ke-Lembaga Pendidikan atau Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Marsudiputra, Bogor. (Yogatri)

Comments

comments