Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Januari 28, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » 2016, Konsultasi dan Pelaporan Masyarakat di PKY Jateng Meningkat
  • Follow Us!

2016, Konsultasi dan Pelaporan Masyarakat di PKY Jateng Meningkat 

BERITA SEMARANG – Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jawa Tengah selama 2016 menerima konsultasi dan laporan masyarakat sebanyak 59 perkara, dimana tahun ini mengalami peningkatan dibanding 2015 yang hanya 30 laporan.

Plt. Koordinator PKY Jateng, Feri Fernandes menyampaikan, dalam pemantauan persidangan selama 2016, pihaknya menerima 14 permohonan pemantauan dari masyarakat. Dari 14 permohonan itu PKY Jateng hanya melakukan 7 pemantauan, sedang 7 lainnya tak dilakukannya mengingat tidak adanya dugaan pelanggaran kode etik hakim dalam perkara, jadi bukan wewenang KY.

“Untuk agenda sidang, ada 42 perkara yang kita pantau. Namun ini menurun dibanding tahun 2015 sebanyak 67 perkara. Hal ini terjadi karena adanya pemotongan anggaran terhadap KY sehingga berdampak terhadap sejumlah kegiatan pemantauan,” ujar Feri di Semarang, Jumat (30/12/2016).

Selain itu, PKY Jateng telah melakukan pemantauan di luar Kota Semarang seperti Kendal, Ungaran, Boyolali, dan juga di  Pengadilan Negeri Yogyakarta yang bukan wilayah kerja PKY Jateng. Hal ini karena di Provinsi DIY tidak ada Penghubung, dan secara geografis PKY Jateng tidak terlalu jauh dengan Yogyakarta.

Feri mengatakan, pihaknya juga berperan aktif dalam memantau perkara perdata antara PT. KAI dan BPN melawan warga Kebonharjo, perkara Roni Maryanto (aktivis KP2KKN) atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan terhadap Fadli Zon.

“PKY Jateng bekerjasama dengan Direktorat PJKAKI Komisi Pemberantasan Korupsi menyelenggarakan kegiatan Capacity Building Jejaring Pemantau Peradilan secara rutin sejak tahun 2013,” kata Feri.

Tidak hanya itu, sosialisasi-sosialisasi di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah juga dilakukannya. Hal itu bertujuan agar ada pemerataan informasi bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah terkait dengan tugas dan fungsi KY.

Sosialisasi yang dilakukan PKY Jateng sendiri hingga mencapai 112 kali selama tahun 2016, diantaranya melalui dialog interaktif, melalui radio, di Car Free Day dan lainnya. Sementara kegiatan Capacity Building dalam bentuk judicial camp yang bertema ‘Kerja Nyata Mewujudkan Peradilan Bersih Menuju Indonesia Adil dan Sejahtera’ juga telah dilakukannya.

Menurut Feri, PKY telah melakukan pemetaan badan peradilan di Semarang, Sragen, Purwodadi, Purwokerto, Cilacap, Kudus, dan Pati, serta kegiatan anatomi badan peradilan di Semarang, Wonogiri, Rembang, Salatiga, dan Demak yang bertujuan memotret realita dan kondisi sebenarnya badan peradilan yang ada di Jawa Tengah, terutama mengenai fasilitas yang dibutuhkan para hakim.

Selanjutnya PKY Jateng bersama tim Palinfo KY RI juga mengadakan penyuluhan kesadaran hukum untuk masyarakat yang digelar di Kelurahan Kemijen dan Bugangan Semarang. (Nn)

Biro Semarang

 

Comments

comments