Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Entertainment » Datangi KPK, Inneke Koesherawati Jenguk Suami
  • Follow Us!

Datangi KPK, Inneke Koesherawati Jenguk Suami 

BERITA JAKARTAArtis Inneke Koesherawati mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (27/12). Kedatangan artis yang populer di era 90-an ini untuk menjenguk suaminya Fahmi Dharmawansyah yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur sejak Jumat (23/12) menyusul penetapannya menjadi tersangka kasus suap proyek Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“Tidak ada jadwal pemeriksaan hari ini terhadap Inneke. Yang bersangkutan jenguk,” kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (27/12/2016).

Fahmi yang diduga menyuap Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla, Eko Susilo Hadi bakal menjalani pemeriksaan perdana usai ditahan penyidik. Pemeriksaan untuk memperdalam dan memperkuat bukti dugaan penerimaan suap terkait proyek Bakamla.

“Penyidik terus memperdalam dan memperkuat bukti-bukti untuk indikasi penerimaan suap terkait pengadaan salah satu proyek di Bakamla,” kata Febri.

Selain Fahmi, penyidik juga menjadwalkan memeriksa seorang swasta bernama Erwin S Arif dalam kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas Eko yang juga telah berstatus tersangka. “Erwin diperiksa untuk tersangka ESH (Eko Susilo Hadi),” kata Febri.

Diberitakan sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (14/12), KPK mengamankan Eko Susilo Hadi, serta tiga pegawai PT MTI, yakni Hardy Stefanus, M Adami Okta, dan Danang Sri Rhadityo. Dari tangan Eko, KPK menyita uang sebesar Rp2 miliar dalam pecahan Dollar Amerika Serikat dan Dollar Singapura.

Diduga, uang itu merupakan bagian dari yang dijanjikan Fahmi Dharmawansyah sebesar 7,5 persen dari nilai proyek satelit monitor sekitar Rp 200 miliar. Suap ini diberikan lantaran Eko merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek yang didanai APBNP 2016 tersebut.

Setelah pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Eko sebagai tersangka penerima suap. Selain Eko yang berasal dari institusi Kejaksaan, KPK juga menetapkan Fahmi Dharmawansyah serta dua pegawai PT MTI Hardy Stefanus, dan M Adami Okta sebagai tersangka pemberi suap. Sementara, Danang dilepaskan dan masih berstatus sebagai saksi.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Eko dijerat dengan Pasal Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, Hardy Stefanus, M Adami Okta dan Fahmi Dharmansyah yang menjadi tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (BR-1)

Comments

comments