Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Direktur Keuangan PT KAI Cek Kesiapan Stasiun Tawang Semarang
  • Follow Us!

Direktur Keuangan PT KAI Cek Kesiapan Stasiun Tawang Semarang 

BERITA SEMARANG – Dalam pelayanan angkutan Natal dan Tahun Baru 2017, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah 28 rangkaian kereta, yang mana KAI akan mengoperasionalkan kereta di luar layanan reguler sebanyak 328 perjalanan.

Direktur Keuangan PT KAI, Diedix Hartanto menyampaikan, ada 28 kereta tambahan, sehingga total kursi yang dijual 208.564 per hari. “Ini meningkat 11 persen per hari,” kata Diedix, saat cek kesiapan layanan angkutan Natal dan Tahun Baru, di Statiun Tawang Semarang, Selasa (6/12/2016).

Dengan ditambahnya kereta tersebut, menurutnya akan menambah volume penumpang, dimana tahun ini naik 6 persen dibanding tahun lalu 4,3 juta penumpang. “Pada Natal dan Tahun Baru ini mencapai 4,5 juta penumpang,” ujar Diedix.

Sementara itu hari ini seluruh Direksi PT KAI bersama pejabat Kementerian Perhubungan mengecek lintas utara dan selatan. Pengecekan sendiri dimulai dari jalur utara Jakarta, Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Jember, hingga Banyuwangi.

“Untuk jalur selatan mulai dari Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kertosono, Malang. Ini untuk meyakini bahwa lintas mampu memberi pelayanan yang baik,” tambahnya.

Pihaknya juga mengecek titik rawan longsor, dan menyiapkan alat berat serta material di tempat rawan bencana. Karena cuaca saat ini hingga awal tahun hujan cukup deras sehingga menimbulkan rawan longsor.

Sementara Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang , Edy Koeswoyo, mengatakan ada dua tambahan kereta dari Semarang untuk pelayanan Natal dan Tahun Baru. Dan yang transit ada dua, yakni Argo Muria 6 gerbong dan Menoreh Semarang Tawang 8 gerbong. “Untuk kereta transit lain yaitu, Kerta Jaya dengan tambahan 16 gerbong,” tandasnya.

Dalam melayani penumpang secara maksimal, pihaknya membuka posko keamanan, komersial,  posko terpadu yang melibatkan instansi kepolisian, dan posko alat material siaga daerah rawan bencana alam. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments