Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juli 21, 2019
Halaman Home » Parlementaria » Dua Daerah di Jawa Tengah Tiru Program Parkir Kota Bekasi
  • Follow Us!

Dua Daerah di Jawa Tengah Tiru Program Parkir Kota Bekasi 

BERITA BEKASI – Melihat keberhasilan Pemerintah Kota Bekasi dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perparkiran, dua instansi pemerintahan yakni DPRD Kabupaten Sukoharjo dan Karang Anyar Propinsi Jawa Tengah bakal mengadopsi sistem yang digunakan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Sumanto menilai penerapan sistem parkir meter di Kota Bekasi sangat memungkinkan untuk ditularkan ke daerahnya. Apalagi mekanisme yang digunakan untuk pengelolaan parkir meter dilakukan oleh pihak ketiga berikut pengadaan alat parkir meternya. Sehingga hal tersebut dapat mengefisiensi anggaran yang ada.

“Parkir meter sangat relevan untuk diaplikasikan di daerah kami. Apalagi pengelolaannya dilakukan oleh pihak ketiga, sehingga bisa dikatakan lebih fokus dan profesional tata kelolanya,” ungkap Sumanto ketika melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Bekasi akhir Februari lalu.

Ia pun membeberkan informasi tentang wisata dan wilayah georafis Kabupaten Karanganyar yang di dominasi oleh pegunungan tanpa pantai. Dengan spesifikasi luas wilayah 776.046 Km², yang terdiri 17 Kecamatan, 177 Desa dan Kelurahan. Sementara destinasi wisata dimilikinya tidak terlalu banyak, hanya diantaranya terdapat Makam Raja-Raja, Candi, dan Makam Presiden Soeharto yang menjadi objek para pengunjung.

“APBD kami hanya Rp 2,54 Trilyun, sekiranya program-program yang berhasil dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bekasi dapat kami tiru agar mendongkrak PAD Kabupaten Karang Anyar,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukoharjo, Suroto. Ia menilai potensi parkir di Kota Bekasi sangat besar, sehingga program parkir meter sangat relevan untuk dijalankan seiring dengan laju pertumbuhan Kota Bekasi yang semakin pesat.

“Programnya selaras dengan laju pertumbuhan Kota Bekasi. Apalagi sharing profitnya juga realistis. Semoga program ini juga selaras dengan daerah kami,” ungkapnya.

Bertindak sebagai tuan rumah yang menerima kunjungan kedua daerah, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Muhammad Dian mengakui bahwa potensi di Kota Bekasi sangat besar. Mengenai sektor parkir sendiri, DPRD berkomitmen mendukung program smartcity yang dicanangkan guna menuju Bekasi yang maju dan ihsan.

Leading sector yang konsen terhadap penggalian potensi daerah serta peningkatan PAD, dikatakan Politisi Gerindra ini adalah Komisi C yang secara teknis melakukan pengawasan langsung serta berkoordinasi dengan mitra kerjanya, yakni SKPD penghasil serta BUMD milik Pemerintah Kota Bekasi.

“Dalam kurun waktu singkat, Parkir meter menjelma menjadi satu terobosan yang baik dalam mendongkrak PAD Kota Bekasi. Hanya dengan waktu tiga bulan, pengelolaan parkir oleh pihak swasta telah berhasil melampaui pendapatan yang dihasilkan oleh Dinas Perhubungan,” terangnya.

Muhammad Dian juga mengaku sikap proaktif Komisi C dalam melakukan pengawasan terkait PAD, secara langsung berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan.

“Sinergi, itulah kunci kami dalam mengimplementasikan pembangunan daerah bersama SKPD terkait.” Jelasnya. (Adv)

Comments

comments