Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Ahli Waris Pemilik Lahan Rusunawa Tuntut Ganti Rugi
  • Follow Us!

Ahli Waris Pemilik Lahan Rusunawa Tuntut Ganti Rugi 

BERITA BEKASI – Ahli waris Almarhum H. Siman, pemilik sah lahan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Kampung Mede, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, mengklaim tidak pernah menjual lahan seluas 6000 meter persegi itu kepada siapapun.  

Menurut Kuasa Ahli waris, Fadli Zulkarnaen, seluruh keluarga ahli waris terkejut, ketika Pemerintah Kota Bekasi, menunjukkan bukti kepemilikan berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas nama, Yucky Nugrahawan.

Ia mengatakan, bahwa dasar penerbitan sertifikat itu harus jelas. Sedangkan, kepemilikan dokumen ahli waris yakni girik sampai saat ini masih tercantum jelas atas nama Almarhum, H. Siman.

“Bagaimana bisa timbul sertifikat, sedangkan giriknya masih tetap atas nama keluarga dari ahli waris, dan mana Surat Pelepasan Hak (SPH),” ungkapnya, Jumat (11/11/2016).

Fadli mengungkapkan, pihaknya telah menelusurinya sampai ke Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bekasi, tentang keabsahan sertifikat tersebut.

Dirinya bersama pihak keluarga ahli waris betapa sangat terkejutnya ketika mendengar jawaban dari pihak BPN Kota Bekasi, yang mengatakan bahwa, selama ini belum pernah ada pengajuan sertifikat tanah atas nama Yucky Nugrahawan.

“Kami sudah mengecek sampai ke BPN Bekasi, dan pada tahun itu tidak pernah ada pengajuan balik nama atas lahan Rusunawa dari H. Siman kepada Yucky Nugrahawan,” kata Fadli menirukan jawaban pihak BPN Kota Bekasi.

Pihak ahli waris dikatakan Fadli berharap agar Pemkot Bekasi, memiliki empati terhadap warganya. Sebab, lantaran tanah warisan yang kini telah dibangun Rusunawa, kehidupan nyata keluarga ahli waris H. Siman amat memprihatinkan.

Ditambahkan Fadli, tuntutan ahli waris yaitu berupa ganti rugi atas lahan seluas 6000 meter persegi tersebut, terbilang masuk akal dan sangat manusiawi.

“Mereka (ahli waris) hanya menuntut haknya yaitu ganti rugi berupa uang atas tanah yang telah dibangun Rusunawa oleh Kementrian PUPR.” Pungkasnya. (Bray)

Comments

comments