Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 24, 2020
Halaman Home » Megapolitan » Polisi Bekuk Dua Bandit Jalanan di Fly Over Pasar Rebo
  • Follow Us!

Polisi Bekuk Dua Bandit Jalanan di Fly Over Pasar Rebo 

BERITA JAKARTA – Polsek Ciracas menangkap dua orang bandit jalanan yang beraksi  di Fly Over Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur.

Kapolsek Ciracas Kompol Tuti Aini  menjelaskan, kedua bandit itu dibekuk saat beraksi.  ”Mereka kita tangkap saat sedang beraksi di Jalan Raya Bogor. Tepatnya di bawah flyover Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur,” kata Tuti di Jakarta, Sabtu (15/10/2016) kemarin.

Tuti menjelaskan, penangkapan itu berawal ketika kedua pelaku sedang berada di lokasi. Saat itu, para pelalu tengah berkumpul, sebelum melakukan aksi kriminal mereka memantau suasana.

Biasanya aksinya itu dilakukan pada malam hari. Kaum wanita serta golongan remaja yang tengah asik menongkrong, menjadi target sasarannya. Setiap kali beraksi mereka selalu membawa senjata tajam (sajam).

“Sajam itu, berjenis pisau,  sajam itu digunakan melukai korban jika melakukan perlawanan,” tambahnya.

Dua orang korban bernama Rukhyat Hadi dan Ahmad Jaelani menjadi korban  pemalakan serta perampasan sepeda motor. Ketika itu, kedua korban sedang berhenti di bawah flyover Pasar Rebo.

Rukhyat duduk di atas trotoar sambil memaikan HP, sedangkan Jaelani berdiam di sepeda motor. ”Korban sedang menunggu kedatangan teman lainnya, ” ucapnya.

Saat tengah menunggu, pelaku pun datang. Rukhyat meminta tolong pada Jaelani. Namun keduanya malah diancam oleh pelaku dengan sebilah pisau. Jaelani pun memberi uang Rp10ribu. Pelaku terus meminta dengan paksa sampai pada akhirnya, pelaku menusuk lutut Jaelani.

”Ketika dicek, keributan masih terjadi. Saat itu Jaelani sudah terkapar. Kita langsung mengevakuasi korban dan mengamankan kedua pelaku,” tambahnya.  

Hasil pemeriksaan aksi tersebut baru dilakukan pertama kalinya. Nekat melakukan hal itu untuk berpesta miras. Namun pihaknya tidak begitu saja percaya dengan alasan kedua pelaku. Sebab, informasi yang didapat di lokasi kejadian, mereka sudah sering beraksi.

“Mereka dijerat dengan  pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” tutupnya. (Komaruddin)

Comments

comments