Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, September 20, 2019
Halaman Home » Kriminal » Belasan Ibu Rumah Tangga di Tegal Tertipu Arisan Bodong 
  • Follow Us!

Belasan Ibu Rumah Tangga di Tegal Tertipu Arisan Bodong  

BERITA TEGAL – Sejumlah warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah diduga menjadi korban arisan fiktif alias bodong. Para korban sudah menyetor uang hingga puluhan juta rupiah.

Sejumlah korban yang merasa tertipu langsung melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya ke Unit Reskrim Polsek Tegal Barat. Pihak yang dilaporkan, yakni Rodhiyah, warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat.

Salah satu korban Sri Rahayu, 38, menuturkan, dia awalnya ditawari arisan oleh Rodhiyah pada 6 Mei lalu. Saat itu Sri dijanjikan mendapat Rp30 juta jika bersedia membeli arisan tersebut dengan harga Rp22 juta.

“Saya mau tapi hanya bisa membayar Rp11 juta. Setelah itu, saya ditawari lagi membeli arisan pada 9 Juni senilai Rp15 juta. Kemudian bayar lagi Rp12 juta,” kata Sri saat melapor kemarin.

Menurut Sri, arisan yang sudah dibeli tersebut dijanjikan Rodhiyah akan keluar 30 Agustus. Namun hingga tanggal itu, uang hasil arisan yang dijanjikan tak kunjung diberikan.

Sri pun mulai curiga jika arisan yang dijanjikan merupakan arisan bodong. “waktu ditagih, alasannya katanya pemegang arisan sudah meninggal. Setelah itu, tidak jelas alasannya. Sampai sekarang uang saya belum kembali,” ungkapnya.

Sri menyebut, selain dirinya, terdapat lima orang tetangganya yang juga ikut menjadi korban arisan serupa. Mereka juga sudah menyetor uang ke Rhodiyah hingga belasan juta rupiah. “Kemungkinan korbannya banyak.

Tapi yang hari ini melapor dengan saya itu ada lima orang. Tetangga saya satu RT. Sudah bayar macem-macem . Ada yang kena Rp7 juta, Rp10 juta, dan Rp15 juta,” ujarnya.

Sri menyatakan sudah berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dengan Rhodiyah. Namun, tidak ada iktikad baik dari perempuan yang seharihari ibu rumah tangga itu untuk mengembalikan uangnya. “Makanya kami laporkan ke polisi karena merasa ditipu dan dirugikan,” ucapnya.

Kepada Beritaekspres.com, Kapolsek Tegal Barat Kompol Arianto Salkery mengatakan, laporan tersebut masih akan didalami terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti. “Karena sudah melapor, tentu kami terima dulu untuk didalami,” ujarnya. (Boy Rasta)

Biro Tegal

Comments

comments