Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Juni 27, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Tanggapi Laporan Warga, Walikota Bekasi Datangi SDN Jatirahayu V
  • Follow Us!

Tanggapi Laporan Warga, Walikota Bekasi Datangi SDN Jatirahayu V 

BERITA BEKASI – Sempat dilaporkan ke Walikota Bekasi, Rahmat Effendi oleh beberapa orangtua murid, SD Negeri Jatirahayu V, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya didatangi Rahmat. Kedatangan Rahmat lantaran Kepsek sekolah dasar tersebut dilaporkan oleh orangtua siswa Kelas IV karena melakukan pungutan penjualan buku paket tambahan sebesar Rp468.000 per paket.

“Kami keberatan pak disuruh beli buku tambahan. Kami minta ketegasan Pemerintah Daerah untuk menelusuri persoalan ini,” ujar Erli Irmayanti, salah satu orangtua siswa, Kamis (30/9/2016).

Rahmat Effendi didampingin kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen, Asisten Pembangunan dan Kemasyarakatan Setda Kota Bekasi, Kariman, Camat dan Lurah setempat mengatakan,  Apa yang disampaikan para orangtua murid menjadi perhatian  semua pihak. 

“Tapi kemampuan Bantuan Oprasional Daerah (Bosda) Pemerintah Kota Bekasi juga masih terbatas, hal ini juga harus dipahami oleh masyarakat,” kata Rahmat.

Sebagai pelayan masyarakat kata Rahmat, harus memahami apa yang menjadi hal penting dalam menunjang sistem pendidikan yang ada.

“Disamping Bosda kita yang masih terbatas, bisa saja dibarengi dengan partisipasi para orangtua murid. Tapi dengan persetujuan komite sekolah sebagai perwakilan orangtua murid di sekolah,” jelas Rahmat.

Yang dimaksud partisipasi masyarakat ucap Rahmat, dimungkinkan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah. 

“Bawa dokumen yang ada ke saya, kita evaluasi.Sepanjang untuk kebaikan dan dilakukan dengan administrasi yang baik dan jujur tidak akan menjadi masalah kedepannya,”tegas Rahmat.

Rahmat kembali menegaskan, bahwa pendidikan yang berkualitas tentunya dibarengi dengan sarana dan prasarana yang baik dan lengkap. Pemerintah daerah melalui bosdanya masih terasa minim dalam menghadirkan pendidikan yang baik dan berkualitas,pastisipasi masyarakat tentunya menjadi stimulus yang diperlukan sekolah.

“Tentunya dengan administrasi yang baik dan jauh dari fiktif,”tutupnya. (Adv/Ndi)

Comments

comments