Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Juni 27, 2019
Halaman Home » Peristiwa » Istri Korban Hariyanti Yakin Dimas Kanjeng Pembunuh Suaminya
  • Follow Us!

Istri Korban Hariyanti Yakin Dimas Kanjeng Pembunuh Suaminya 

BERITA BANYUWANGI – Nama Abdul Gani (38), korban dugaan kasus pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi rupanya tinggal di Banyuwangi. Kabar ini terkuak menyusul pengakuan Erwin Hariyati (23), warga Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, istri kedua korban. Abdul Gani (38), meninggal  akibat dibunuh oleh pasukan pengamanan Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi pada 13 April 2016 lalu.

“Sebelum meninggal pamit mau ke rumah Kanjeng. Ternyata itu hari terakhir saya bertemu dengan suami saya,” ujar Erwin kepada Beritaekspres.com, Kamis (29/9/2016).

Erwin bercerita, suaminya pamit pulang ke Probolinggo untuk memenuhi panggilan Kanjeng Dimas Taat Pribadi. Saat itu dia bilang akan mengambil uang yang dijanjikan Kanjeng sebesar Rp20 miliar.

“Berangkat sendiri tengah malam. Sempat kontak sekitar jam 4 subuh. Habis itu sudah tidak ada kabar lagi. Makanya yakin jika yang membunuh suami saya, Kanjeng,” tambahnya.

dimas-kanjeng-1Kasus ini sempat diceritakan kepada petugas kepolisian dari Wonogiri, Jawa Tengah, pasca penemuan jenazah Abdul Gani.

“Waktu itu saya bingung dan sempat tak sadarkan diri setelah ‎menerima kabar suami dibunuh. Dan sudah saya ceritakan ke polisi Wonogiri,” pungkasnya.

Menurut Erwin Hariyati, ‎ suaminya memang terlibat konflik dengan pemimpin padepokan yang berada di Probolinggo. Waktu itu Abdul Gani berniat keluar dari padepokan ‎karena tidak ingin “berbisnis” dengan Kanjeng Dimas lagi.

“Dia tak ingin ada korban lagi. Banyak penipuan yang dilakukan di padepokan itu. Makanya dia ingin lepas. Karena suami saya tahu ‎borok Dimas Kanjeng makanya dibunuh,” ungkapnya.
 
Berbekal kesadaran itu, akhirnya Abdul Gani melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut ke Mabes Polri. Versi cerita suaminya, ujar Erwin Hariyati, kasus pembunuhan yang dialami oleh Ismail belum terungkap karena ada campur tangan Kanjeng.

“Suami saya sering bolak-balik Jakarta melaporkan Kanjeng. Ancaman dibunuh sudah sering diterima. Makanya kita pindah ke Banyuwangi pada awal 2016. Namun suami saya masih bolak-balik juga ke Probolinggo,” bebernya.

Abdul Gani merupakan teman dekat dari Kanjeng Dimas Taat Pribadi‎. Bahkan Abdul Gani termasuk salah satu pendiri padepokan tersebut pada tahun 2007 lalu.

“Suami saya sebagai ketua Kesultanan. Dimas Kanjeng sudah seperti saudara,” kisahnya lagi.

Sejak kenal dengan Abdul Gani, dirinya sering ke Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Probolinggo. Namun akhir tahun 2015 lalu mulai jarang berkunjung. Sejak itu pula teror pembunuhan mulai sering diterima suaminya. Sebelum di Banyuwangi, Erwin dan sang suami pernah tinggal di Desa Semampir, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo. (Rony)

Biro Banyuwangi

Comments

comments