Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Oktober 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Teguh Purnomo: Wong Ndeso Bisa Sukses di Manapun Tempatnya
  • Follow Us!

Teguh Purnomo: Wong Ndeso Bisa Sukses di Manapun Tempatnya 

BERITA SEMARANG – Sebagai Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah, H. Teguh Purnomo, SH, MHum, M.Kn dan para anggotanya telah teruji saat pelaksanaan Pilgub/Wagub Jateng 2013. Mereka bersama Panwaslu Kabupaten/Kota telah sukses dalam mengemban amanah besar pada pelaksanaan Pilkada serentak di 21 Kabupaten/Kota di Jateng pada Desember 2015.

Seperti dalam bukunya yang berjudul Mengawal Demokrasi Dengan Ikhlas, dijelaskan bahwa Teguh mengawali perjalanan kariernya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen. Dari sini Teguh semakin sukses dalam menapaki jenjang kariernya.

Setelah dipercaya menjadi Ketua KPU Kabupaten Kebumen selama dua periode, pria asli Kebumen Jawa Tengah yang lahir pada 25 Mei 1971 selanjutnya terpilih menggantikan posisi Ida Budiati di KPU Provinsi Jawa Tengah.

Dari sana kemudian Teguh terpilih menjadi Komisioner Bawaslu Jawa Tengah periode 2012-2017 setelah lolos seleksi oleh Bawaslu RI. Di Bawaslu Jateng tersebut, Teguh dipercaya menjadi Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga.

Meski Teguh penampilannya sederhana dan tenang, namun bila dilihat dari gaya bicaranya, orang lain akan mengetahui bahwa Teguh seorang yang berwawasan luas.

Teguh yang mengaku sebagai ‘wong ndeso’ semasa kecil hingga Sekolah Dasar (SD) waktunya ia habiskan di desa bersama orang tuanya. Bahkan Teguh harus berjalan kaki dari rumah ke sekolah sepanjang 2 kilometer, dan tak jarang harus menenteng sepatunya agar tidak cepat rusak.

Pada masa SMP, Teguh bersekolah di Kota Kebumen dan harus tinggal di kos, jauh dari orang tua. Hal tersebut berlanjut hingga SMA ketika Teguh diterima sekolah di Purworejo.

Seusai SMA di Purworejo Teguh melanjutkan pendidikan tinggi di kota budaya dan kota pelajar Yogyakarta. Di Kota Yogyakarta inilah Teguh menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Universitas Proklamasi 45.

Pada saat mahasiswa S1 dia berjualan rokok dan teh botol, serta foto keliling untuk mencukupi uang saku dari orang tuanya yang menurutnya masih mepet. Tak hanya itu, Teguh juga mendaftar dan diterima sebagai volunteer di YLBHI-LBH Yogyakarta.

“Waktu itu saya mendapat honor Rp2500 perhari jika berangkat,” tutur Teguh kepada Beritaekspres.com di Semarang, Rabu (21/9/2016).

Di YLBHI-LBH Yogyakarta ini karier Teguh menanjak hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur yang saat itu disebut sebagai Kepala Bidang Operasional. Dan di sana pula Teguh banyak belajar pada tokoh seperti Munir, Bambang Widjojanto dan Adnan Buyung Nasution.

Selanjutnya Teguh menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Teguh juga lulus pendidikan Notariat di Untag, dan juga menempuh pendidikan doktor (S3) di Unissula. Dari perjalanan yang ditempuhnya membuktikan bahwa ‘Wong Ndeso’ juga bisa sukses dimanapun tempatnya. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments