Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 12, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Bully-an Bekasi Tingkatkan Pembangunan Kota Bekasi
  • Follow Us!

Bully-an Bekasi Tingkatkan Pembangunan Kota Bekasi 

BERITA BEKASI – Mungkin kita masih teringat beberapa waktu lalu, saat Kota Bekasi ramai di-bully para netizen. Bahkan bully-an itu sempat menjadi trending topic. Ternyata, bully yang dilakukan itu membawa manfaat bagi pembangunan Kota Bekasi.

Wakil Walikota, Ahmad Syaikhu mengakui perumusan masalah perkotaan Bekasi saat ini datang melalui bully-an netizen di media sosial. Dia mengakui bully-an warga yang menyebut lingkungan Kota Bekasi panas dan macet merupakan perumusan masalah yang disampaikan riil oleh masyarakat.

“Saat itu bully-an Kota Bekasi panas, iya betul, macet iya betul, permasalahan sampah, dan lainnya. Dan kita ketemukan permasalahan ini untuk diselesaikan,” ujarnya dalam seminar terbuka Bekasi Smart City di Aula Pascasarjana Universitas Islam 45 (Unisma), Kamis (15/9/2016) kemarin. 

“Kecuali, untuk bully-an yang tidak masuk akal seperti Kota Bekasi tidak ada di dalam peta, Syaikhu memandang ocehan itu tidak perlu dihiraukan,”tambahnya.

Politisi PKS itu mengatakan, Pemkot Bekasi terus berupaya mewujudkan Smart City. Namun dukungan dan buah pemikiran masyarakat Kota Bekasi dengan kreativitasnya, termasuk kalangan civitas akademika dan pengusaha di Kota Bekasi sangat diharapkan.

“Smart city dengan orientasi penyelesaian permasalahan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penyelesaian permasalahan lingkungan lainnya,” katanya Ketua DPD PKS Jabar.

Bahkan menurutnya, penerapan smart city di Kota Bekasi di antaranya berupa layanan 119 di RSUD Kota Bekasi menerapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) terintegrasi dengan seluruh rumah sakit. Ia mencontohkan, bila ada kecelakaan di satu wilayah, rumah sakit terdekatlah yang mengirimkan bantuan, bukan menunggu bantuan dari RSUD Kota Bekasi.

“Mulai dari pelayanan kesehatan, penerapan zero waste energi teknologi listrik melalui sampah, dan lainnya. Patriot Operating Center (POC), menara monitor pengawas yang dibangun Telkom dan ITB, hingga aeromovel. Saya kira optimisme bisa terus dikembangkan pada hal lainnya,” terangnya. (Adv/Ndi)

Comments

comments