Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Desember 16, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Soal Beredar Foto Seronok Pengurus Pramuka Kota Bekasi
  • Follow Us!

Soal Beredar Foto Seronok Pengurus Pramuka Kota Bekasi 

BERITA BEKASI – Foto mesra para pengurus Pramuka Kwartir Cabang Kota Bekasi yang beredar, mendapat sorotan banyak pihak. Foto yang tidak patut dipertontonkan oleh salah seorang pendidik yang notabenenya adalah Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi tersebut, menggambarkan lemahnya pengawasan dan pembinaan, Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Pendidikan terhadap pegawainya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjatuhan sangsi terhadap pengurus Pramuka Kwarcab Kota Bekasi tersebut.

Tokoh Pramuka, Astarilo Walginarto atau Kiplik menyayangkan beredarnya foto seronok para pengurus Pramuka Kwartir Cabang Kota Bekasi, bersama penyanyi dangdut pada acara pembubaran panitia diluar kota beberapa waktu lalu.

Para pengurus Pramuka tersebut, menurut dia jelas melanggar sumpah pramuka yakni Dasa Darma Pramuka. Sikap tegas melalui sangsi bagi oknum yang telah mencoreng nama baik Pramuka, perlu dijatuhkan kepada yang bersangkutan.

Kegeraman Kiplik memuncak ketika mengetahui, prilaku yang tidak patut oleh para pengurus Pramuka itu dilakukan diruang terbuka, dimana lanjut dia, nama baik pramuka tercoreng.

“Harusnya mereka bertiga ini tahu setiap apa yang dilakukan, karena mengacu kepada Dasa Darma Pramuka, pada poin ke-sepuluh yang mengatakan suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan,” tegasnya kepada Beritaekspres.com, Jumat (16/9/2016).

img-20160909-wa021Pengurus pramuka lanjutnya, sejatinya mampu menjaga prilaku maupun perkataannya, sebab, jabatan yang mereka emban amaat melekat. Oleh karena itu, Kiplik mengimbau kepada seluruh anggota khususnya para pengurus untuk bisa mawas diri dimanapun dirinya berada.

“Tidak hanya kepada pengurus saja, mawas diri itu perlu dilakukan oleh seluruh anggota pramuka, supaya nama baik pramuka terus dijaga,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa Dewan Kehormatan Pramuka Kota Bekasi, perlu menindaklanjutinya kepada yang bersangkutan terkait beredarnya foto dibeberapa media, karena tidak menunjukkan teladan sebagai seorang guru.

Hal itu juga bertujuan untuk menghilangkan kesan bahwa selama ini kegiatan pramuka yang kerap dilakukan diluar kota tidak slalu diindentikkan dengan wanita penghibur.

“Agar tidak terulang lagi, seharusnya ada tindakan dari Dewan Kehormatan bahkan Kwarda Provinsi Jawa Barat harus turun tangan terkait hal ini,” tegas Kiplik.

Foto yang beredar, nampak mengenakan topi hitam serta jaket hitam, Sekretaris Kwarcab Kota Bekasi, kemudian, yang mengenakan topi putih kaos hijau putih, Waki Ketua Bidang Sarana Prasarana, serta politisi partai politik, Prayitno Salim, dan mengenakan baju coklat serta memangku biduan adalah Wakil Ketua Bidang Organisasi Hukum Kwarcab Kota Bekasi, Ketua Pusat Pendidikan dan Latihan Daerah Jawa Barat, dan juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi, Yana Suptiana.

Mereka bertiga terlihat tidak canggung dan asik menikmati lagu dangdut yang dibawakan oleh biduan yang sudah dipesan panitia untk mengisi kegiatan acara perpisahan.

Kepala SMAN 1 Bekasi, Mawar menyatakan jika terdapat guru yang melakukan pelanggaran, maka kepala sekolah tempat ia bertugas akan memberikan sangsi. Dan kata Mawar jika pelanggaran dilakukan oleh kepala sekolah, maka sangsi tersebut akan dijatuhkan melalui bagian kepegawaian.

“Kalau guru melakukan pelanggaran sangsinya dari kepala sekolah, sedangkan jika kepala sekolah melakukan pelanggaran maka, sangsinya dari bagian kepegawaian,” katanya.

Mawar menambahkan, jika memang ada oknum tenaga pendidik melakukan tindakan diluar ketentuan apalagi sampai mencoreng nama lembaganya, maka perlu dijatuhi sangsi tegas.

Karena, prilaku seorang pendidik tidak hanya berlaku didalam lingkugan skeolah saja. Diluar sekalipun, seorang pendidik harus mampu menjaga sikap.

“Lah, kita kan menjaga sikap sebagai teaga pendidik tidak hanya dilingkungan sekolah atau didepan murid saja. Dimanapun, seorang pendidik harus bisa menjaga etikanya,” ujarnya.

Ketika dihubungi Kepala Bidang Pembinaan Pegawai, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi, Sayekti Rubiyah mengaku belum mendapat laporan dari SKPD terkait ha itu.

Menurut Sayekti apabila terdapat oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melanggar ketentuan, tentunya SKPD terkait harus mengambil sikap untuk memberikan pembinaan dan BKD sambung Sayekti diberikan tembusannya untuk dilakukan proses sidang etik.

“Kalau pelanggaran ringan biasanya ada di SKPD terkait. Kalau, pelanggaran sedang dan berat biasanya langsung dilaporkan kepada BKD dan kemudian dilanjutkan kepada sidang etik. Tapi, pada umumnya semua laporan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh ASN harus diketahui oleh BKD,” kata Sayekti

Terpisah Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi, Yana Subtiana mengklarifikasi terkait pemberitaan dirinya dan dua orang pengurus  pramuka lainnya ketika bersama wanita penghibur pada sebuah acara.

Yana yang juga sebagai kepala sekolah PGRI II Bekasi, berdalih bahwa, kegiatan itu dilakukan ditempat terbuka, artinya, banyak yang mengetahui dan melihat dirinya ketika sedang memangku artis dangdut dengan busana seksi tersebut.

Menurutnya, ia diminta untuk membawakan lagu sambil berjoget, namun, karena desakan dari pengurus lainnya, ia terpaksa mengikutinya, dan memberikan saweran duit kepada biduan.

“Biduannya nyamperin saya, dan saya dipaksa untuk bernyanyi. Saya tetap menolak untuk diajak nyanyi. Saya juga bingung kenapa kami yang bertiga saja yang  menjadi bahan berita,” kilah Yana.

Sebagai Ketua PGRI Kota Bekasi, Yana mengaku telah melaporkan hal ini kepada pimpinan pramuka tingkat kota.

“Saya sudah laporkan kepada pimpinan terkiat hal ini. Intinya, tindakan yang saya lakukan ditempat terbuka dan banyak yang tahu. Tapi, saya juga bingung kenapa cuma kami saja yang ada difoto itu ya? sedangkan banyak pengurus lainnya tapi tidak ada didalam foto itu,” tandas Yana.(Bray)

Comments

comments