Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » PHK Sepihak, Puluhan Karyawan Demo Managemen Novotel
  • Follow Us!

PHK Sepihak, Puluhan Karyawan Demo Managemen Novotel 

BERITA SEMARANG – Puluhan karyawan Novotel Semarang melakukan aksi demo di depan Novotel, Jalan Pemuda, Kota Semarang. Mereka menuntut kejelasan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak oleh Managemen Novotel Semarang.

Koordinator aksi, Sukartika Nugraha (Kaka) menyampaikan, pihaknya menuntut kejelasan kepada managemen, setelah adanya puluhan karyawan yang diputus kontrak kerjanya secara sepihak.

Mereka diantaranya dibagian housekeeping, loundry, cleaning service, security dan beberapa bagian lainnya.

“Kita menuntut untuk bisa menjadi karyawan tetap, sesuai perundang-undangan dinas ketenagakerjaan,” tandas Kaka yang juga selaku Ketua Serikat Pekerja Novotel Semarang kepada awak media, Kamis (1/9/2016).  

Ia mengatakan, para karyawan yang di PHK kebanyakan sudah bekerja selama 5 hingga 10  tahun. Namun selama ini tidak ada kejelasan sebagai karyawan tetap.

“Saya sudah 8 tahun bekerja di sini masih saja sebagai karyawan kontrak,” tandasnya.

Menurutnya, karyawan bagian security diputus kerja secara sepihak. Alasanya akan dipekerjakan lagi, namun bagian security diambil melalui outshortching.

“Mereka yang diputus sepihak hanya mendapatkan pesangon 1 x gaji tidak sesuai undang-undang ketenagakerjaan. Namun baru sepuluh orang yang mau mengambil pesangon itu,” katanya.

Selama ini, lanjut Kaka, karyawan kontrak hanya mendapatkan gaji sebagai pekerja harian lepas, padahal sudah bekerja bertahun-tahun. Parahnya lagi, mereka selama bekerja baru tahun 2016 ini merasakan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Apalagi BPJS, THR saja baru merasakannya tahun ini,” imbuhnya.

Untuk itu, mereka yang tergabung dalam Serikat Pekerja Novotel Semarang hari ini memberanikan diri untuk menuntut normatif karyawan Novotel seperti, ‘angkat semua karyawan casual (Harian Lepas) dan karyawan PKWT (Kontrak) menjadi PKWTT(karyawan tetap)’.

Mereka juga menuntut upah/gaji harus sesuai dengan UMK Semarang berdasarkan keputusan Gubernur, pekerjakan kembali karyawan yang telah di PHK secara sepihak, stop PHK sepihak. Mereka juga menuntut jam kerja harus disesuaikan dengan UU ketenagakerjaan dan kelebihan jam kerja harus dihitung lembur. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments