Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Megapolitan » Pena Timur Minta Anggota TNI Pengeniaya Wartawan Ditindak
  • Follow Us!

Pena Timur Minta Anggota TNI Pengeniaya Wartawan Ditindak 

BERITA JAKARTA – Wartawan Jakarta Timur yang tergabung dalam Pena Timur mengecam keras tindakan oknum TNI Angkatan Udara (AU) yang melakukan kekerasan terhadap wartawan yang sedang bertugas melakukan peliputan eksekusi lahan di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, Sumatera Utara pada, Senin (15/8/2016) lalu.

Menurut Ketua Pena Timur, Steve Ganda Yanto mengatakan, tindakan arogan yang dilakukan oleh Anggota TNI bukan hanya sekali ini terjadi. Bahkan sudah berulang ulang kali. Namun, tidak ada tindakan nyata dari Petinggi TNI untuk menindak tegas anggotanya yang telah melanggar kebebasan Pers.

”Kejadian pemukulan terhadap wartawan yang dilakukan oknum Anggota TNI sering terjadi. Dan kemungkinan tidak akan berhenti sampai disini, jika tidak dilakukan tindakan yang benar guna memberi pelajaran kepada setiap anggota TNI yang melakukan kekerasan terhadap wartawan saat sedang melakukan peliputan,” ujarnya kepada Beritaekspres.com, Jumat (2/9/2016).

Hal senada pun diungkapkan, Stefanus alias Apank seorang wartawan yang tergabung di Pena Timur ini mengatakan, seharusnya para pelaku kekerasan yang kerap terjadi segera disikapi dengan cepat dan dengan tindakan nyata, tidak seperti sekarang yang hanya mengucapkan permintaan maaf. “Minta maaf itu gampang, tapi bagaimana dengan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota TNI itu,” tegasnya.

Sebelumnya, pemukulan berawal ketika terjadi bentrok warga dengan Anggota TNI-AU yang mencoba memadamkan ban yang dibakar warga yang dilanjutkan dengan aksi saling dorong hingga terjadi bentrokan yang berimbas terhadap dua wartawan yang sedang melakukan peliputan, meski kedua korban sudah menunjukan identitas bahwa mereka wartawan.

Dua wartawan yang mengalami penganiayaan yakni, Array Argus dari Tribunnews.com dan Andry Safrin dari MNCTV yang mengalami luka dan sempat mendapatkan perawatan di RS. Mitra Sejati. Andry mengalami luka serius pada dada dan perut hingga mendapatkan bantuan pernafasan dengan oksigen. (CR-2)

Comments

comments