Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, September 19, 2019
Halaman Home » Hukum » Kasus Sewa Menyewa Apartemen Berakhir di Meja Hijau
  • Follow Us!

Kasus Sewa Menyewa Apartemen Berakhir di Meja Hijau 

BERITA JAKARTA – Persidangan terdakwa BUD (44) selaku Direktur PT. RA sebagai terdakwa satu, dan RR (47) Komisaris PT. RA sebagai terdakwa dua, rupanya menarik perhatian sejumlah awak media di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016) kemarin.

Sidang pimpinan Majelis Hakim, Eko Sugianto ini, masih beragendakan pemeriksaan keterangan saksi. Anehnya, para saksi tidak dapat mengetahui isi surat dari perjanjian maupun keterangan yang jelas antara kedua belah pihak.

Selama proses persidangan, kedua terdakwa BUD dan RR didampingi kuasa hukumnya yakni, Dewi Tania dan Yusep Safaat Sumirsa.

Kepada Beritaekspres.com, kuasa hukum kedua terdakwa mengatakan, kasus kliennya ini dipaksakan untuk menjadi terdakwa diruang persidangan. Padahal, sejak awal kasus yang bermula dari sewa Appartement Cityloft milik pelapor Evan Davien Lie yang terletak dikawasan Tanah Abang Jakarta Pusat ini diswa melalui surat perjanjian yang disepakati kedua belah pihak.

“Perjanjiannya jelas dan lancar pada tahun pertama. Namun, persoalan tersebut timbul ketika kedua terdakwa terlambat membayar kewajibannya yakni, perpanjangan sewa Apartemen dikarenakan bisnis yang dikelolah kedua terdakwa mengalami kemacetan pembayaran dari kolega bisnisnya,” terang Yusep Safaat, Selasa (16/8/2016).

Akibatnya lanjut Yusep, kedua terdakwa yang terlanjur memberikan pembayaran perpanjangan sewa Appartemen melalui cek Bank Mandiri sebesar Rp712.480.000, dananya tidak mencukupi ketika dicairkan Evan selaku pemilik Apartemen dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya.

Namun akhirnya, disepakati perdamaian antara kedua  pihak dengan menjaminkan sertifikat tanah milik terdakwa kepada Evan, dimana perdamaian itu dilakukan didepan Notaris RMS Soenarto, SH dan ditanda tangani masing masing pihak pada 21 April 2016 lalu.

Dilanjutkannya, Evan sebagai pemilik Appartemen yang disewa oleh kedua terdakwa itupun telah mencabut surat laporannya di Polda Metro Jaya pada tanggal 28 April 2016 lalu, dengan maksud agar kedua terdakwa (pada saat itu masih berstatus tersangka) dapat dibebaskan dari dalam tahanan Polda.

Anehnya kata Yusep, penahanan masih berlanjut hingga P21 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Padahal, kuasa hukum terdakwa, sudah mengajukan untuk penglihan tahanana dan semua hal persayaratan telah memenuhi unsur keperdataan dan terhindar dari sanksi pidana.

Hingga menjelang dilimpahkannya perkara ini kemeja hijau, pengacara hukum Dewi Tania kembali melayangkan surat permohonan penangguhan tahanan terhadap kedua kliennya. “Namun sampai saat ini penangguhan tahanan rumah yang dimohonkan masih belum juga direspon Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.” Pungkasnya. (Bambang)

Comments

comments