Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Juli 19, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Siswa Pangkalpinang Kerjakan Soal Berstandar ASEAN
  • Follow Us!

Siswa Pangkalpinang Kerjakan Soal Berstandar ASEAN 

BERITA JAKARTA – Luar biasa, guna memajukan pendidikan di daerahnya, Walikota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Muhammad Irwansyah melakukan gebrakan dengan menyediakan akses internet gratis bagi seluruh sekolah dari TK hingga SMA/SMK.

Hasilnya, para siswa sudah mulai mengerjakam soal-soal berstandar ASEAN. Selain itu, Walikota mulai menerapkan sistem e-office untuk urusan administrasi internal. “Ide ini muncul pada Oktober 2015 sebagai inovasi untuk urusan administrasi agar persoalan surat menyurat bisa berjalan dengan cepat tanpa terkendala tempat dan waktu,” ujar Irwansyah dalam rilis yang diterima Beritaekspres.com, Minggu (7/8/2016).

E-office merupakan aplikasi yang dibuat untuk urusan kantor, dalam hal ini surat menyurat. Dengan adanya e-office, surat-surat yang masuk ke Disdik Kota Pangkalpinang dapat segera diproses dan tidak menumpuk lama.

“Kami bisa disposisikan surat hanya melalui aplikasi di smartphone. Sehingga cepat dan bisa dilakukan di mana saja. Misalnya saya sedang tugas ke Jakarta, Kabid saya ke Medan, lalu kasie ke Palembang, tetap tidak masalah, pekerjaan tidak terhambat,” sebut Irwansyah.

Setiap surat yang masuk ke Disdik discan kemudian diupload di aplikasi e-office. Staf administrasi lalu mengirimkan surat tersebut kepada bidang terkait, yang kemudian diteruskan ke atasan mereka hingga ke pimpinan tertinggi yakni Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan. Jika ada revisi, kadis, kabid atau kasie dapat mengembalikan surat tersebut ke jajaran di bawahnya untuk diperbaiki.

“Dengan sudah berjalannya aplikasi e-office di dinas pendidikan, saya akan menggunakan program tersebut untuk semua dinas di Pemerintah Kota Pangkalpinang,” terang Irwansyah.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Pangkalpinang, Edison Taher menjelaskan, saat ini semua sekolah di Pangkalpinang sudah tersambung internet. “Ada 178 sekolah di Pangkalpinang dari TK hingga SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Semua sekolah telah memanfaatkan koneksi internet yang disediakan Disdik. Baru Pangkalpinang yang seperti ini,” kata Edison.

Standar ASEAN

Sejak saat itu, sistem pembelajaran di Kota Pangkalpinang mulai bergeser ke IT. Masing-masing sekolah telah memiliki website yang dikelola oleh guru. 

Para siswa kalangan SMA/SMK mulai mengerjakan soal-soal melalui aplikasi pendidikan seperti Edmodo, Seameo dan Seamolec yang soalnya dibuat oleh guru-guru dari negara lain di ASEAN. Para siswa ada yang mengerjakannya dengan komputer sekolah, laptop atau smartphone.

Mata pelajaran yang pernah diujikan adalah matematika dan ilmu pengetahuan alam. “Siswa kita bisa mengikuti. Artinya pelajar di Pangkalpinang tidak kalah dengan pelajar di ASEAN,” kata Edison. Atas inovasi-inovasi itu, pada tahun 2010 Disdik Kota Pangkalpinang meraih rekor Muri sebagai pemrakarsa dan penyelenggara internet secara serentak dengan peserta terbanyak.

Kemudian pada tahun 2014, Walikota Pangkalpinang M Irwansyah meraih penghargaan Anugerah Kihajar dari Kemendikbud untuk kategori implementasi terbaik dalam pendayagunaan TIK. (OSS)

Comments

comments