Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Oktober 22, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Sembilan Sekolah Terkait Fethullah Gulen Itu Kebohongan
  • Follow Us!

Sembilan Sekolah Terkait Fethullah Gulen Itu Kebohongan 

BERITA SEMARANG – Kepala Sekolah Semesta Bilingual Boarding School Semarang, Moh. Haris membenarkan adanya penegasan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, bahwa Pemerintah RI tidak akan menanggapi permintaan Pemerintah Turki melalui kedutaan Besar Turki di Jakarta untuk menutup 9 sekolah di Indonesia yang dianggap berafiliasi dengan ulama Fethullah Gulen, tokoh ulama yang dituding berada dibalik kudeta atas Pemerintahan Turki.

Selain itu, Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung juga menegaskan, bahwa Pemerintah Indonesia meminta Turki tidak terlalu dalam mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, karena urusan dalam negeri Indonesia adalah tanggung jawab Indonesia. 

“Para siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia terkait dengan Turki tetap akan mendapatkan haknya dalam proses belajar mengajar,” ujar Haris saat disambangi awak media di Semarang, Selasa (2/8/2016) kemarin.

Sementara 9 sekolah di Indonesia yang diminta Kedutaan Besar Turki untuk ditutup termasuk Pribadi Bilingual Boarding School Bandung dan Depok.  

Tujuh sekolah lainnya yaitu, Pribadi Bilingual Boarding School Depok, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School Semarang, Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Jogjakarta, Sragen Bilingual Boarding School Sragen, Fatih Boy’s School Aceh, Fatih Girl’s School Aceh, dan Banua Bilingual Boarding School Kalimantan Selatan.

Menurut Haris, yayasan yang mengelola 7 sekolah diatas didirikan berdasarkan hukum Indonesia. Untuk meningkatkan mutu sambungnya, pendidikan pada sekolah-sekolah yang dikelola yayasan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen serta Pemerintah Daerah Kabupaten Banua mengadakan kerjasama di bidang manajemen pendidikan dengan Pasiad, sebuah LSM dari Turki yang secara resmi mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Kerjasama tersebut telah memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah yang kami kelola antara lain siswa kami telah berhasil memperoleh berbagai medali emas, perak, dan perunggu dari kegiatan-kegiatan Olimpiade Iptek yang di selenggarakan secara Nasional mupun Internasional  di negara-negara lain,” bebernya.

Jadi tambahnya, Kedutaan Turki yang menyebut bahwa ke-9 sekolah mempunyai kaitan dengan organisasi teroris merupakan tuduhan yang tak berdasar dan merupakan kebohongan,” tandasnya. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments