Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Entertainment » Cerdas dan Sederhana, Napak Tilas Pengabdian H. Hindarto
  • Follow Us!

Cerdas dan Sederhana, Napak Tilas Pengabdian H. Hindarto 

H. HINDARTO, SP.,MSI nama lengkapnya, namun lebih suka dipanggil dengan sebutan H. Hin. Beliau mempunyai sifat bijaksana, cerdas dimbangi dengan penuh kesederhanaan, sehingga banyak orang yang bersimpati atas sikapnya yang banyak menginspirasi orang-orang di sekitarnya, termasuk terhadap penulis sendiri. Beliau saat ini tinggal di Jl. KH. Wahid Hasyim 108 Bondowoso.

Kedekatan dengan rakyat dari semua lapisan, membuat namanya terangkat ke permukaan Tapal kuda, tertama masyarakat Bondowoso. Semua itu dikarenakan berkat dedikasi pengabdian beliau dalam memajukan masyarakat Bondowoso yang dimulai sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso.

Sejak menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso pada Tahun 2013, H. Hin ini sama sekali tdak menyia-nyiakan jabatan dengan selalu memberi manfaat terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat sekitar. Terbukti selama diberi mandat atas jabatan tersebut, tidak pernah terbukti korupsi.

Dalam kontek pertanian, H. Hin telah mampu pembangunan sektor kecil dan pertanian saat ini menjadi lebih baik dan maju ditujukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya petani kecil. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan melalui peningkatan dan pemerataan hasil pertanian.

Seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bondowoso, maka sangat dibutuhkan hasil pertanian yang baik untuk menunjang industri kecil yang notabene tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Semakin tinggi kebutuhan masyarakat terhadap  produksi industri kecil maka sektor pertanian sebagai faktor pendukung harus ditingkatkan sehingga tujuan dari industri kecil akan tercapai.

Sangat wajar jika pada 20 Oktober 2015 H. Hin mendapat penghargaan bergensi Tingkat Nasional Inovasi Pangan dan Pertanian dari Menteri Pertanian RI di Kabupaten Subang Jawa Barat pada acara Gelar Teknologi Pertanian Modern memperingati 1 tahun kabinet kerja. Dimana Kabupaten Bondowoso menjadi satu-satunya Kabupaten di pulau Jawa yang mendapat penghargaan ini dari 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Penghargaan Inovasi Pangan dan Pertanian dari Menteri Pertanian RI, menggambarkan bahwa kedekatan H. Hin dengan masyarakat Bondoswoso tidak bisa diragukan lagi. Tentu kesemuanya dimulai dari modal keistiqomahan dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam sektor pertanian telah mengantarkann pada kategori tokoh yang paling disenangi oleh semua kalangan di Kabupaten Bondowoso.

H. Hin baik melalui borokrasi dan organisasi seringkali mengadakan kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat training usaha masyarakat tani. Pria kelahiran pada 24 Desember 1956 ini adalah Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Bondowoso.

Bersama LPPNU, beliau mempunyai keyakinan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat yaitu kebutuhan pangan. Sejak zaman purba, manusia sudah mengenal cocok tanam. Seiring perkembangan zaman, pertanian semakin maju dengan ditemukannya varietas-varietas tanaman baru dan inovasi-inovasi dalam bidang pertanian.

Perekonomian daerah menjadi isu sentral dan krusial. Begitu juga struktur perekonomian tentang bagaimana arah kebijakan perekonomian  di Bondowoso merupakan isu menarik. Perlunya gagasan mengenai langkah-langkah perekonomian di Bondowoso menuju era industrialisasi, dengan mempertimbangkan usaha mempersempit jurang ketimpangan sosial dan pemberdayaan desa, sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan kiranya perlu kita evaluasi kembali sesuai dengan konteks kekinian dan tantangan para petani Indonesia di era globalisasi.

Pengabdian H. Hin kepada masyarakat tani Bondowoso disertai khidmat dengan tulus dan menafkahkan jiwa raganya untuk kemaslahatan umat. Ia berkorban dengan mudah dan ringan tanpa mengorbankan orang lain. Sehingga, segudang penghargaan dalam bidang pertanian terus diraih di bawah koordinasi H. Hin, bahkan baru-baru ini Kabupaten Bondowoso merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang dinobatkan sebagai kabupaten organik dan sekaligus dinobatkan sebagai kabupaten organik di tingkat nasional.

Sangat wajar jika banyak  mengelu-elukan dan mengatakan jika H. Hindarto layak pimpin Bondowoso 2018-2023. Kita lihat banyaknya dukungan dari semua elemin masyarakat baik kaum petani dan kaum elit partai agar menginginkan H. Hin maju dalam kontestasi Pemilukada Kabupaten Bondowoso 2018.

Tentu  keinginan mereka bukan tanpa dasar, yakni berdasar pada napak tilas pengabdian seorang H. Hindarto. Napak tilas tersebut terakumulasi dalam sebuah impian dan harapan H. Hin, terbukti katika setiap mengisi acara baik menjadi keynote speker atau pembicara dalam sebuah acara jargon “membuat petani selalu tersenyum” dan “from pensiun to champion” seringkali dilontarkan.

Maxwell mengatakan, pemimpin yang sukses adalah orang yang belajar dengan proses berkelanjutan, sebagai hasil dari disiplin pribadi dan ketekunan. Jadi, kepemimpinan berjalan dari hari ke hari di mana sasaran setiap harinya haruslah menjadi sedikit lebih baik atau membangun di atas kemajuan hari sebelumnya (2001: 65).

H. Hin adalah tokoh yang fenomenal pada momentum pemilukada 2018. Tentu di Bondowoso sosok semacam ini sangat langka bahkan hampir dipastikan tidak ada. Paling tidak, ada tiga orientasi dalam memajukan masyarakat Bondowoso yang dimilki oleh beliau. Di antaranya, pertama, orientasi pengabdian. Kedua, orientasi kejamaahan (bangsa). Ketiga, orientasi keumatan (rakyat).

Mencari pemimpin yang cinta petani boleh jadi merupakan sosok yang sangat langka dalam suasana kekinian. Tatkala kondisi kehidupan hedonis menyergap sebagian besar warga, maka dapat ditegaskan, keberpihakan terhadap petani akan semakin sulit diperoleh. Sikap mencintai petani kerap kali dipersepsikan sebagai kebijakan yang tidak populer.

Para pemimpin umumnya lebih memilih melahirkan kebijakan-kebijakan yang sifatnya pragmatis dan instan. Dalam diri H. Hin tergambar menafkahkan jiwa raganya untuk kemaslahatan masyarakat Bondowoso secara umum. Beliau berani berkorban dengan mudah dan ringan karena merasa itulah kehormatan bagi masyarakat petani.

Bagi masyarakat Bondowoso, dambaan munculnya pemimpin cinta petani pada dasarnya merupakan aspirasi yang sangat wajar. Alasannya, tentu bukan sekadar meluruskan kesan publik terhadap sebutan kabupaten Bondowoso agraris. Jika diteropong dari mata pencaharian yang dilakukan sebagian besar masyarakat Bondowoso pun ternyata lebih 80% penduduk yang berkiprah di dunia pertanian. Itu sebabnya mengapa banyak kalangan berharap agar pemimpin bangsa adalah sosok yang peduli terhadap sektor pertanian sekaligus juga kepada para petaninya.

Sejatinya, pembangunan tidak hanya diukur dengan banyaknya gedung-gedung pencakar langit. Yang lebih penting adalah sampai sejauh mana kesejahteraan masyarakat dapat lebih ditingkatkan kualitasnya. Itu sebabnya kenapa para pakar pembangunan selalu ingin mengharmonikan antara pertumbuhan (growth) dengan pemerataan (equity), walau dalam kenyataannya relatif sulit diwujudkan. Semoga masyarakat Bondowoso lebih peka dalam memilih pemimpin menuju pimilukada 2018. Amiiiin! (rel/yon)

Biro Jember

Comments

comments