Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Musda ke-IV Golkar Kota Bekasi Hanya Menunggu Sinyal Politik PAS Jilid II
  • Follow Us!

Musda ke-IV Golkar Kota Bekasi Hanya Menunggu Sinyal Politik PAS Jilid II 

BERITA BEKASI  Musyawarah Daerah (Musda) ke IV Partai Golkar Kota Bekasi yang akan dihelat pada, Selasa 2 Agustus, besok diprediksi berjalan mulus dan memunculkan kembali Ketua DPD Golkar dua periode Rahmat Effendi.

“Kalau dilihat dari dinamika internal Rahmat Effendi akan dipilih secara aklamasi untuk periode ketiga. Apalagi ada pernyataan Seksen DPP Golkar, Kepala Daerah dari Golkar wajib menjadi Ketua di beberapa tingkatan di daerah,”jelas Direktur Bekasi Parliamentary Center (BPC), Didit Susilo kepada Beritaekspres.com, Minggu (31/7/2016).

Menurutnya, justru yang ditunggu adalah pernyataan politik DPD Golkar terkait sinyal diteruskannya PAS jilid II. Hal itu sangat ditunggu oleh mitra koalisi PAS khususnya PKS, Hanura dan PKB. Dalam Musda PKS Kota Bekasi sebelumnya secara jelas sinyal PAS jilid II untuk diteruskan dengan melihat realitas politik yang ada.

Di tahun politik ini pra Pilkada Kota Bekasi 2018 beberapa parpol sudah berhasil menggelar Musda/Konferda seperti PDIP, PAN dan masih dalam proses DPP untuk rekomendasi ketuanya yaitu Hanura. Akan menyusul di tahun ini juga yaitu PPP dan Gerindra.

“Maka sikap politik Golkar terkait diteruskannya PAS jilid II sangat ditunggu sebagai barometer partai-partai untuk menyusun strategi baru menghadapi Pilkada 2018 mendatang, termasuk PDIP yang bisa mengusung pasangan calon sendiri dengan memiliki 12 kursi,”jelasnya.

Didit Susilo

Didit Susilo

Dinamika politik lokal sangat menunggu keputusan politik tersebut karena pasangan PAS secara riel hingga kini jauh dari isu pecah kongsi sehingga baik secara pasangan dan personal, elektabilitasnya terus meningkat. Rahmat Effendi sebagai patahana menduduki peringkat pertama elektabilitasnya dan tempat kedua diduduki Ahmad Syaikhu.

“Riel politiknya memang seperti itu karena belum ada perubahan signifikan peta politik lokal. Bisa saja nanti ada perubahan dinamika mendekati Pilkada. Dalam politik apapun bisa terjadi,”ulas Didit.

Ditegaskannya, Golkar yang memiliki 8 kursi DPRD dan PKS 7 kursi DPRD, sama-sama memiliki posisi bergaining politik yang seimbang dan sangat memungkinkan terus berkoalisi demi visi- misi pasangan PAS meneruskan program pembangunan yang berkelanjutan.

Apalagi pasangan ini saling melengkapi kelebihan dan kekurangan dan belum terlihat saling bermanuver politik baik internal asal partainya maupun personal yang bersangkutan.

Musda DPD Golkar Kota Bekasi sebagai jaring ibukota kepentingan politik Golkar, dipandang penting dan akan dihadiri langsung Ketua Umum Setya Novando dan Ketua DPD Jabar, Dedi Mulyadi.

“Ya sebagai kekuatan jaring Golkar ibukota (Jakarta), Kota Bekasi dianggap strategis dan penting seperti juga Kab Bekasi. Apalagi kader terbaiknya menduduki kepala daerah.”katanya.

Meski ada dinamika dari beberapa kader Golkar, menurut Didit itu bagian dari dinamika internal dan harapan kader untuk bisa memberikan kontribusi politik. Hal tersebut masih wajar dan belum berdampak pada perhelatan Musda Golkar.

“Liat saja hingga kini masih terlihat adem-adem saja, yang ditunggu itu ya sikap politik Golkar terkait diteruskannya PAS jilid II atau tidak. Sinyal itu harusnya dikeluarkan dalam pernyataan politik Golkar sebagai komitmen politik koalisi,”ujarnya.

Dari peta internalpun sebanyak 17 pemilik suara yaitu 12 dari Pengurus Kecamatan (PK) DPD Jabar 1 suara, Dewan Petimbangan, DPD Kota Bekasi, organisasi pendiri partai, organisasi yang didirikan dan organisasi kepemudahan hampir semunya sudah dipastikan mengusung calon tunggal Rahmat Effendi.

“Selama ini tradisi dan alur politik Golkar seperti itu, apalagi Rahmat Effendi secara real masih kader terbaik Golkar Kota Bekasi,”pungkas Didit. (Indra)

Comments

comments