Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Agustus 22, 2019
Halaman Home » Megapolitan » Usus Berformalin Diamankan di Pasar Klender
  • Follow Us!

Usus Berformalin Diamankan di Pasar Klender 

BERITA JAKARTA – Razia rutin yang dilakukan tim jejaring ketahanan pangan Jakarta Timur nampaknya tidak membuat gerah pedagang. Buktinya, walau sudah kerap dirazia, petugas masih menemukan produk pangan berbahaya yang mengandung zat kimia. Perlu ada tindakan tegas dari aparat terkait mengingat masih banyak pedagang nakal. Sejauh ini penanganannya hanya pembinaan terhadap pedagang nakal.

Buktinya, razia pangan di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, yang digelar pada, Rabu (13/7/2016) kemarin petugas kembali menemukan produk pangan berbahaya. Yakni tahu, usus ayam dan mie kuning yang mengandung formalin. Seluruhnya langsung disita petugas untuk dimusnahkan. Warga ibukota pun makin dibuat ketar ketir dengan banyaknya temuan makanan beformarlin.

Kasudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Timur, Agung Priambodo mengatakan, usus yang disita sebanyak 6,5 kilogram. Kemudian ada puluhan tahu dan mie kuning, yang disita dari pedagang itu diamankan untuk dimusnahkan.

“Kita kembali temukan tahu, mie kuning dan usus yang mengandung formalin. Seluruhnya kita amankan dan dimusnahkan, agar tidak sampai ke tangan konsumen,” kata Agung.

Menurutnya, ketiga pedagang penjual tahu, usus dan mie kuning ini langsung dimintai keterangan. Mereka juga dibuatkan berita acara dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika diulang dan tertangkap lagi maka akan diserahkan ke aparat kepolisian. Mereka bisa dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen.

Dari hasil pemeriksaan, usus dibeli dari tempat penampungan dan pemotongan ayam di Pulogadung. Pihak KPKP akan menelusuri pemasok usus berformarlin itu. Sedangkan tahu, belum diketahui pemasoknya. Sebab pedagang mengaku tidak tahu darimana tahu itu dipasok. Setiap pagi pemasok datang mengirimkan tahu. Demikian halnya mie kuning atau mie basah, belum diketahui pemasoknya.

Tuniyem (48), pedagang ayam menuturkan, usus yang dijualnya dipasok dari daerah Pulogadung. Setiap pagi ia dikirimi pemasok dalam bentuk ayam potong dan usus. Namun ia mengaku tidak tahu kalau usus itu mengandung formarlin.

“Tidak tahu kalau usus ini mengandung formalin. Kita kan setiap pagi dipasok dari Pulogadung dan tidak tahu juga lokasinya dimana. Karena kan orangnya ngantarin ke sini,” kata Tuinyem. (Steve)

Comments

comments