Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Agustus 26, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Perahu dan Kapal Nelayan Dilarang Untuk Mudik dan Wisata
  • Follow Us!

Perahu dan Kapal Nelayan Dilarang Untuk Mudik dan Wisata 

BERITA MUNCAR – Menjelang datangnya hari raya lebaran yang tinggal enam hari, petugas kantor unit penyelenggara pelabuhan (KUPP) kelas 3 ketapang, wilayah kerja (wilker) Muncar melarang perahu dan kapal nelayan dipergunakan untuk sarana transportasi mudik lebaran dan wisata.

Larangan itu ditegaskan, Kepala KUPP kelas 3 Wilker Muncar, Ummu Faridah, kemarin (29/6). Ummu Faridah mengatakan, kapal dan perahu nelayan merupakan sarana untuk menangkap ikan, bukan transportasi mengangkut penumpang.

“Kami tidak akan terbitkan surat persetujuan berlayar (SPB), bagi nelayan yang menggunakan kapalnya untuk mengangkut penumpang mudik, dan wisata,” ujarnya

Tidak hanya melarang begitu saja, dia bersama petugas lainnya juga tidak henti-hentinya melakukan pendekatan persuasif dengan mendatangi dan menghimbau nelayan agar tidak menyediakan, dan menggunakan kapal ataupun perahu untuk mengangkut penumpang dengan tujuan mudik, ataupun wisata saat lebaran nanti.

“Kalau mudik ke pulau-pulau kecil sudah disediakan pemerintah, gratis,” katanya

Larangan terhadap kapal dan perahu nelayan untuk mengangkut penumpang itu bukan tanpa alasan. Selain faktor cuaca yang sulit diprediksi, kapal dan perahu nelayan juga masih belum dilengkapi alat keselamatan berlayar seperti rompi pelampung, alat radio komunikasi, serta sarana fasilitas pendukung lainnya.

“Kami terus tekankan kepada nelayan tentang pentingnya menjaga keselamatan jiwa di laut,” terangnya

Himbauan dan larangan itu ditegaskan, karena saat ini mulai marak sejumlah wisatawan domestik, dan mancanegara yang berlibur ke teluk banyu biru. Salah satu akses terdekat dan paling mudah menuju kawaan itu adalah dari pelabuhan Muncar. Jarak tempuh menuju kawasan itu membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan via laut.

Selain faktor keselamatan jiwa saat berada di atas laut, di kawasan teluk banyu biru juga minim fasilitas, baik kebutuhan makan, minum serta kebutuhan lainnya.

“Memang belum ada kejadian kecelakaan di laut khusus wisawatwan, tapi itu perlu kita antisipasi demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (Rony)

Biro Banyuwangi

Comments

comments