Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Agustus 26, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Daging Sapi Campur Celeng Pemilik UD. Lestrasi Tersangka
  • Follow Us!

Daging Sapi Campur Celeng Pemilik UD. Lestrasi Tersangka 

BERITA BANYUWANGI – Kelakuan NW (47) sungguh terlalu. Pemilik rumah pemotongan hewan yang tinggal di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, tega mengoplos daging sapi hasil sembelihannya dengan daging celeng. Wanita inipun, ditangkap aparat Polsek Muncar setelah kedoknya terbongkar. Ancaman hukuman 15 tahun penjara pun membayangi pemilik UD. Lestari  yang bergerak dibidang pemotongan hewan ini.  

Pemilik usaha jagal sapi yang terkenal dengan sebutan Bu Sundari ini dinilai telah melanggar pasal 204  ayat 1 KUHP. Sikap dagang pelaku yang curang menyebabkannya tak bisa menuntaskan puasa Ramadhan dan merayakan Idul Fitri 1437 H bersama keluarga.

Peristiwa itu terungkap, ketika Subari (47) warga Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar pada, Sabtu (25/6) pagi lalu, sekitar pukul 05.00 WIB, korban mendatangi lokasi jagal milik tersangka di Desa Kedungringin untuk membeli daging sapi. Bukannya diberi daging halal, korban justru diberi setengah kilogram campuran antara daging sapi dan babi.

Menurut Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto SIK, daging oplosan itu dibandrol Rp55 ribu. Kepada korban, daging tersebut dibilang sebagai daging sapi, lantaran dianggap agak murah, Subari lantas membeli dan membawanya pulang. “Tiba di rumah baru tahu bila daging yang baru dibeli tidak murni sapi. Di dalam tas plastik itu terdapat daging celengnya,” terang Kapolres, Kamis (30/6/2016).

Kasus ini kemudian diketahui aparat. Selanjutnya petugas mendatangi lokasi jagal pelaku dan menemukan 7 kantong plastik daging oplosan yang belum terjual. Temuan bukti ini menguatkan aparat untuk membawa pelaku ke Mapolsek Muncar guna dimintai keterangan.

“Sudah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka. Selain 7 kantong plastik daging oplosan, penyidik juga menyita setengah kilogram daging oplosan yang telah dijual kepada korban. Uang hasil penjualan Rp 55 ribu juga diamankan,” tambahnya.

Kepada penyidik NW mengaku mendapatkan daging celeng tersebut dari seorang lelaki berinisial WG yang kini buron. Total daging babi yang dibeli sebanyak 30 kilogram. Sampai dirinya tertangkap daging haram itu belum dibayar. “Tidak tahu kalau daging babi, soalnya saya buru-buru dan tidak sempat ngecek,” kelitnya.

Jelang lebaran aparat memang sudah memprediksi bentuk kecurangan oknum pedagang daging yang biasanya mengoplos daging sapi dengan babi. Mengantisipasi kejadian serupa di wilayah lain, warga diminta berhati-hati dan jeli saat membeli. Apabila ditemukan daging babi segera melapor ke polisi terdekat. (Rony)

Biro Banyuwangi

Comments

comments