Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Dituduh Asusila, KTP Ditahan Mahasiswi Lapor Polisi
  • Follow Us!

Dituduh Asusila, KTP Ditahan Mahasiswi Lapor Polisi 

BERITA BANYUWANGI – Mahasiswi salah satu Universitas Swasta di Banyuwangi mengadu ke Mapolsek Cluring , lantaran KTP-nya telah disita selama dua bulan dan belum dikembalikan oleh paguyuban Perumnas Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Senin (20/6/2016) kemarin.

Menurut Maya, kronologi kejadian itu bermula ketika dia bersama pacarnya dan dua orang teman lainnya sedang asyik nonton televisi di ruang santai keluarga bersama budenya. Akan tetapi tiba-tiba ada segerombolan pemuda yang mengatasnamakan paguyuban keamanan Perumahan masuk dan memaksanya keluar.

“Tak jelas, saya tiba-tiba diminta pulang ke kost dan KTP saya dibawa oleh salah petugas paguyuban bernama Dodik,” ujar Mahasiswi asal Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali itu.

Sementara, ke-esokan harinya dia berusaha meminta KTP tersebut, tapi sayangnya, tidak kunjung diberikan oleh Dodik dengan dalih telah melakukan perbuatan asusila di areal Perumahan tersebut.

“Saya sempat akan dikenakan denda grasak lima rit (material pasir), bahkan saya juga diminta untuk menemani berkaraoke oleh Dodik,” ungkapnya.

Sejumlah tawaran itu terus dia tolak, hingga KTP miliknya tak kunjung dikembalikan selama dua bulan ditangan Dodik. Sempat pula beberapa kali melapor ke Kepala Dusun Cempokosari, namun juga tak ada penyelesaian.

“Saya mau pulang ke Bali tidak bisa, KTP saya masih ditahan oleh Dodik itu. Akhirnya saya lapor ke Polisi,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cluring, Iptu Bejo Madrias langsung memerintahkan anggotanya untuk mengundang hadirkan Kepala Desa Sarimulyo, Didik Eko Andriyanto ke Mapolsek Cluring.

Anehnya, dalam mediasi di Mapolsek Cluring itu, pihak Kades justru tidak mengetahui adanya peristiwa itu. Dia juga berjanji akan segera menegur pengurus paguyuban Perumahan itu dan melakukan pembinaan.

“Paguyuban di Perumahan itu, saya tidak pernah diajak komunikasi. Mereka juga tidak pernah berkoordinasi, maksudnya baik, tapi caranya yang tidak benar,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cluring, Iptu Bejo Madreas mengatakan, pihaknya masih sebatas memediasi persoalan tersebut. Meski demikian, tindakan paguyuban Perumahan itu tidak dibenarkan, karena dinilai arogan dan tidak sesuai dengan aturan hukum. 

“Sudah tidak ada masalah kita akan kembalikan KTP nya, tapi akan terus kita awasi lokasi disekitar Perumahan tersebut agar kejadian yang serupa tidak kembali terulang.”tandasnya. (Rony)

Biro Banyuwangi

Comments

comments