Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Agustus 20, 2019
Halaman Home » Hukum » PATRON Desak Kajari Tuntaskan Korupsi Eskalasi In’door GOR Karimun
  • Follow Us!

PATRON Desak Kajari Tuntaskan Korupsi Eskalasi In’door GOR Karimun 

BERITA KARIMUN – Dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Eskali In’door Gelanggang Olah Raga (GOR) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun yang sempat diproses pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun hingga kini belum menuai titik terang penetapan tersangka.

Melambannya penuntasan kasus dugaan korupsi tersebut, akhirnya menuai kritikan dari sejumlah aktifis serta Ormas. Salah satunya, Ormas Patriot Nasional (PATRON) Wilayah Kabupaten Karimun.

Kepada Beritaekspres.com, Kepala Bidang Investigasi dan Informasi dari PATRON, Edy NH mengatakan, jika pihaknya sudah lama mengikuti perkembangan kasus tersebut sejak mulai dilaporkannya kasus tersebut oleh salah satu LSM di Karimun.

“Kita terus ikuti kasus tersebut. Dan kita telah surati langsung Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Kejagung, dan KPK lewat surat resmi PATRON. Kita berharap, pihak Kejaksaan tidak menjadikan kasus tersebut “ATM” berjalan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, informasi yang berhasil dikumpulkan Tim Investigasi dari PATRON Karimun, penanganan kasus Eskalasi tersebut sudah masuk dalam tahap pemeriksaan sejumlah saksi, hingga Direktur pemenang Tender asal kota Pekan Baru.

Dalam Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tersebut, Edy mengatakan, jika negara berpotensi mengalami kerugian hingga Rp1,8 miliar lebih ditahun 2009.

“Sejumlah saksi dari pihak PU Karimun sudah diperiksa, mulai dari Sekretaris, PPTK dan sejumlah oknum staf lainnya, tapi kok tiba-tiba kasus pemeriksaan kasusnya itu senyap,” sindirnya.

Selain indikasi penyelewengan keuangan Negara, Kasus Eskalasi tersebut juga dapat dipidana. “Jika tanda tangan Direktur pemenang proyek tersebut sengaja dipalsukan. Hal tersebut terlihat jelas dalam surat pencairan yang dikemas dalam 3 tahap,” imbuhnya.

Data yang dipegang oleh tim penyidik lanjutnya, sama dengan yang kami pegang, Disitu lengkap, mulai dari SPK, bukti pembayaran yang ditransfer lewat Bank, dan dukumen lainnya.

“Tampak jelas tanda tangan pemilik perusaan dipalsukan, karena sangat berbanding jauh dengan tanda tangan aslinya,” jelas Edy NH.

Hingga saat ini tambahnya, pihak Kasipidsus Kejari Karimun enggan berkomentar saat ditanyai perihal perkembangan kasus Eskalsi tersebut, baik via SMS maupun sambungan seluler.

“Saat dihubungi awak media juga, beberapa waktu silam, Rizky Rahmatullah tidak mau berbicara banyak terkait kasus tersebut.” Pungkasnya. (Dum)

Comments

comments