Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 12, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Dua Pemda Bakal Buat MoU Atasi Banjir Aliran Bogor
  • Follow Us!

Dua Pemda Bakal Buat MoU Atasi Banjir Aliran Bogor 

BERITA BEKASI – Permasalahan banjir di wilayah Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan Pondok Gede Permai, Kota Bekasi, Jawa Barat akan segera teratasi. Hal itu disampaikan Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Bupati Bogor Nurhayanti, usai silaturrahmi di Pendopo Bupati Bogor di Cibinong, Selasa, (14/6/16).

“Kami akan perbarui MoU induk dan membuat MoU teknis untuk membuat sumur resapan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor agar di wilayah Bojong Kulur dan Pondok Gede Permai tidak lagi banjir,” ujar Nurhayanti.

Ia menambahkan, untuk sumur resapan akan dibangun di lahan seluas empat hektare dan akan menelan biaya lebih dari Rp10 miliar.

“Kalau di Kota Bekasi sudah dibangun dan tinggal membangun sumur resapan di Kabupaten Bogor. Kami secepatnya akan membuat kajian teknis dan sumur resapan ini akan menyerap luapan air dari dua sungai, yaitu Sungai Cikeas dan Sungai Bekasi,” tambahnya.

Mantan Sekda ini pun berharap pertemuan antara dirinya bersama Wali Kota Bekasi Rahmad Efendi bisa menjadi solusi agar ada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami akan tingkatkan pelayanan masyarakat yang berbatasan daerah ini, terutama di bidang insfratruktur,” lanjutnya.

Sementara Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan permasalan banjir juga diatasi dengan beralihnya wewenang buka tutup Sungai Bekasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) ke Pemerintah Kota Bogor.

“Banjir kemarin di Vila nusa Indah I dan II, Bojong Kulur Gunung Putri, Kabupaten Bogor karena buka tutup yang kurang maksimal oleh BBWS. Agar banjir itu tak terulang, maka kita ambil alih sebagian permasalahan buka tutup bendungan,” kata Rahmat.

Ketua PMI Kota Bekasi ini menjelaskan setelah MoU induk dan MoU teknis selesai, akan dibawa ke Gubernur Jawa Barat dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Secepatnya kami akan selesaikan MoU induk dan MoU teknis ini, dan kita akan laporkan ke Pak Gubernur Ahmad Heryawan dan Bambang Basuki Hadimuldjono karena di Kota Bekasi sendiri daerah aliran sungai yang terkena dampak banjir panjangnya mencapai 16 KM,” pungkas politisi Partai Golkar ini. (Adv)

Comments

comments