Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Februari 17, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Aris Merdeka Sirait: Seksual Bawah Umur Bukan Suka Sama Suka
  • Follow Us!

Aris Merdeka Sirait: Seksual Bawah Umur Bukan Suka Sama Suka 

BERITA SEMARANG – Seseorang yang melakukan tindak kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur  18 tahun tidak bisa dikategorikan suka sama suka. Secara jelas sudah diatur dalam undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 10  tahun penjara dan maksimal 20 tahun.

Demikian dikatakan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (1/6/2016).

Ia menyatakan, perbuatan hubungan seksual yang dilakukan secara bergantian oleh segerombolan anak-anak dan orang dewasa terhadap korban, SR (12), siswi SD di Penggaron, Semarang,  adalah  sebagai kejahatan luar biasa.

“Kejahatan seksual dibawah usia 18 tahun adalah tidak masuk dalam suka sama suka. Kasus ini adalah perbuatan yang dilakukan bersama-sama oleh gerombolan geng Rhei,” ujar Aris kepada awak media.

Ia katakan, peristiwa kejahatan seksual yang dilakukan orang dewasa bersama  anak-anak merupakan fenomena. Untuk itu perlu diwaspadai adanya fenomena tersebut secara ketat.

“Kasus seperti ini bukan hanya di Jateng, akan tetapi terjadi hampir di seluruh Indonesia,” kata dia.

Pihaknya akan menggandeng sejumlah element, termasuk pegiat atau aktifis, psikiater, dan dokter khusus, untuk memulihkan psikis korban, termasuk Walikota Semarang.

Kondisi korban sendiri menurutnya hingga kini sudah semakin membaik dan masih menjalani perawatan medis di Rumah Aman.

“Korban harus terus didampingi secara khusus, baik pendidikannya, agar trauma hilang dan kembali normal, juga alternatif ekonomi bagi keluarganya,” ujar Sirait.

Dalam kasus ini, ia mengapresiasi Polrestabes Semarang dan akan terus mendorong supaya mengembangkan lebih dalam kasus tersebut secara obyektif. 

Seperti yang dikatakan Kapolrestabes Semarang kemarin, bahwa aparat berjanji tidak akan menutup kasus ini. Kepolisian akan membuka  terang-terangan apabila dua alat bukti sudah terpenuhi. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments