Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 7, 2019
Halaman Home » Entertainment » Cordova Residence Depok, Hunian Perumahan Berbasis Syariah
  • Follow Us!

Cordova Residence Depok, Hunian Perumahan Berbasis Syariah 

DEPOK – Dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan hunian berbasis Syariah di Indonesia, pengembang properti Orchid Realty, luncurkan hunian Syariah bernama Cordova Residence yang berlokasi di kawasan Depok, Jawa Barat.

Direktur Pemasaran Orchid Realty, Afwan Riyadi mengatkan, bahwa pertumbuhan hunian berbasis Syariah saat ini, masih belum bisa menyaingi perkembangan hunian-hunian yang konvensional. Padahal, mayoritas penduduk Indonesia merupakan muslim.

Dijelaskan Afwan, dengan diluncurkannya Cordova, Orchid berharap dapat membantu umat muslim yang berada di sekitar wilayah Jabodetabek untuk mendapatkan hunian yang sesuai dengan konsep Syariah.

“Nama Cordova diambil sebagai pengingat akan pusat kekhalifahan Islam Andalusia di Spanyol, Eropa yang pernah berjaya hingga 7 abad lamanya,” terang Afwan ketika berincang dengan Beritaekspres.com, Selasa (31/5/2016).

Saat itu sambung Afwan, Cordova menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan dunia. “Kami ingin mengaplikasikan semangat keindahan budaya & kecerdasan ilmu pengetahuan kekhalifahan Cordova tersebut kedalam komplek Perumahan ini,” katanya.

Sementara itu, dipilihnya lokasi Cilodong sebagai pengembangan hunian Syariah, didasarkan pada letak kawasan yang sangat strategis dan berada dekat dengan 3 akses pintu tol. “Cilodong relative dekat dengan pusat Kota Depok dan Sentra Perbelanjaan,” jelas Afwan.

Masih kata Afwan, kawasan yang terus hidup 24 jam setiap hari ini, berdasarkan kajian dari tim pengembang Orchid, memiliki tingkat kepadatan dan kemacetan relatif rendah. Selain itu, kualitas udara dan air di daerah Cilodong masih masuk dalam kategori baik.

“Sebagai hunian berkonsep Syariah fokus pembangunan Cordova tidak hanya berkisar kepada kenyamanan tempat tinggal, namun juga edukasi konsep-konsep Islam dalam penataan dan pembangunannya, sehingga setiap orang yang berkunjung ke Cordova dapat menambah bekal ilmu keislaman dalam kunjungannya,” imbuhnya.

Selain itu, Cordova juga memberikan kelengkapan fasilitas yang dapat membantu penghuni menjalankan aktivitas sehari hari. Cordova, dibangun dilahan seluas 9 hektare. Cordova dilengkapi bermacam fasilitas seperti Underground Drainage, Fiber Optic Backbone, Waterpark, lapangan Futsal, Children Playgrounds, Rumah Tahfidz, Masjid dan banyak kelengkapan lainnya yang telah disesuaikan dengan konsep Syariah.

Dilanjutkan Afwan, konsep pembangunan Cordova sangat berbeda dengan hunian lainnya. “Mungkin ini satu – satunya di Indonesia, dimana rumah di perumahan ini, bukan hanya berfungsi sebagai hunian, tapi juga sebagai karya Seni Islami,  kawasannya juga terbuka. Setiap rumah akan terkoneksi satu sama lain dengan amat mudah,” katanya bersemangat.

Untuk saat ini, selain Cordova Residence saat ini Orchid Realty telah membangun 11 hunian lainnya, 10 diantaranya sudah sold out, semua project Orchid Realty memakai konsep hunian Syariah, termasuk beberapa nama yang telah sold out seperti Orchid Town House dan Orchid Green Park.

Menurut Afwan pengembangan hunian syariah saat ini mendapat tantangan dari internal developer. Developer dalam membangun hunian Syariah dituntut untuk terus beristiqamah dalam membawa nilai – nilai Islam secara konsisten. Meski bersaing dengan hunian berkonsep non-Syariah, tapi market hunian Syariah sangatlah besar.

Dengan memilih konsep hunian Syariah konsumen diuntungkan dengan lingkungan dan tetangga yang Islami, sehingga diharapkan dapat mendukung pengembangan kehidupan Islami. “Keuntungan kedua adalah kepastian para konsumen saat mencicil angsuran mereka, dimana mereka mengangsur yang besarnya tetap, hingga akhir masa kredit,” kata Afwan.

Sebelumnya, Widodo Darojatun, Department Head Consumer Finance Group PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) menuturkan peran Bank Syariah dalam lini pembiayaan rumah masih kecil, jika dibandingkan penetrasi pasar KPR oleh Bank konvensional.

Hingga akhir tahun lalu, anak usaha PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk ini hanya memegang pangsa pasar 1,45 persen atau Rp9,04 triliun dari total outstanding pembiayaan KPR industri yang mencapai Rp620 triliun. “Perbankan Syariah sulit mengambil peran dalam pembiayaan rumah, terutama menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Keterbatasan fasilitas dan jaringan pemasaran ini yang belum bisa diatasi perbankan Syariah. Dalam acara Chat After Lunch yang diselenggarakan Gaung Communication 12 Mei lalu. (Steve)

Comments

comments