Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Desember 11, 2019
Halaman Home » Entertainment » Warung Posdaya Toko Modern Berbasis Masyarakat
  • Follow Us!

Warung Posdaya Toko Modern Berbasis Masyarakat 

BERITA JEMBER Berangkat dari keprihatinan maraknya toko modern berjaringan Universitas Jember bekerjasama dengan Silver collage, Yayasan Damandiri, serta Bulog berencana akan mendorong masyarakat membangun Warung Posdaya. Hal itu disampaikan oleh oleh Prof. Hariyono suyono MA Ph.D dalam acara Sosialisasi Warung Posdaya yang digelar di aula lantai tiga gedung kantor pusat Universitas Jember.

Dalam pemaparan singkatnya Prof. Hariyono mengaku prihatin dengan semakin maraknya toko-toko modern. Menurutnya, keberadaan toko modern tersebut berdampak kurang bagus terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

“Yang jelas masyarakat kecil terutama yang memiliki warung kelontong sangat dirugikan karena orang yang biasa beli di toko kecil kini beralih pada toko modern sehingga pendapatan keluarga semakin menurun dan ini perlu mendapatkan perhatian khusus” ujarnya.

Namun disisi lain menurutnya, masyarakat juga membutuhkan kapastian harga dan kenyamanan dalam berbelanja dengan harga yang cukup terjangkau dan toko kelontong yang dikelola oleh masyarakat belum mampu memberikan.

“Pasti pembeli akan lebih memilih tempat berbelanja yang memiki kepastian harga tidak perlu tawar menawar, suasana yang nyaman walaupun pada kenyataannya harganya rupanya sedikit lebih tinggi dari toko kelontong tapi ya laris ini artinya pembeli tidak hanya mencari yang murah tetapi juga yang nyaman,” imbuh Mantan Ketua Yayasan Damandiri Jakarta.

Menurut Prof. Hariyono, masyarakat sudah saatnya diajak bersama-sama untuk membangun toko yang bagus, pengelolaan yang baik dengan harga yang bersaing.

“Jadi Warung Posdaya ini nantinya merupakan warung modern yang dikelola oleh masyarakat langsung namun secara manejemen toko kami yang menjadi sentra kulakan  bagi warung-warung yang lebih kecil di pedesaan yang menyediakan kebutuhan bahan pokok dengan harga pasar yang murah,” pungkasnya.

Sementara itu Drs. Anwar, M.Si, Kepala LPM Universitas Jember mengatakan, Warung Posdaya akan mendapatkan supply barang lebih kurang 9 item kebutuhan pokok, dan bahan lainnya dari perusahaan sehingga menjadi lebih dari 750 item barang kebutuhan masyarakat.

“Warung Posdaya diharapkan dapat menjadi salah satu rantai distribusi yang dapat dimiliki dan dikelola oleh rakyat atau masyarakat kecil sehingga secara perlahan ekonomi mesyarakat menjadi lebih baik,” ujar Anwar.

Sementara itu Drs. H. Amin Said Husni Bupati Bondowoso yang juga ikut serta dalam acara tersebut mengaku sangat tertarik dengan program Warung Posdaya.

“Kami bawa serta 10 SKPD bondowoso untuk belajar mengenai warung Posdaya ini, di Bondowoso kan sudah terbentuk Posdaya yang dibentuk oleh mahasiswa KKN dari Unej sekarang tinggal Warung Posdayanya yang belum,” paparnya.

Amin berharap, Warung Posdaya bisa menjadi salah satu solusi untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan toko modern berjaringan sudah luar biasa menjamur semoga warung Posdaya ini bisa mengimbanginya dengan konsep gotong royong dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” pungkasnya. (hum/hen)

Biro Jember

Comments

comments