Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Desember 11, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Kadis Dibismarta, Tri Adhianto: 13 Sipon Dijalur Tol Tak Berpungsi
  • Follow Us!

Kadis Dibismarta, Tri Adhianto: 13 Sipon Dijalur Tol Tak Berpungsi 

BERITA BEKASI – Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat sebanyak 13 sipon atau saluran air bawah tanah yang melintasi jalur tol di kawasan itu sudah tidak berfungsi secara optimal.

“Faktanya, pada Minggu (8/5) sejumlah kawasan di Kota Bekasi yang saluran airnya melintasi tol mengalami genangan air pascahujan deras dengan ketinggian air bervariasi antara 30 centimeter hingga 1 meter,” kata Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi, Tri Adhiyanto usai Apel di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (9/5/2016) kemarin.

Menurut dia, sipon yang terletak di bawah lintasan Tol Jakarta-Cikampek itu banyak yang mengalami sedimentasi akibat endapan lumpur dan sumbatan sampah.

Sipon tersebut ada sejak proyek pembuatan Tol Jakarta-Cikampek bergulir di Kota Bekasi, sehingga usianya sudah cukup tua dan tidak pernah dilakukan normalisasi.

Sipon tersebut di antaranya berlokasi di kawasan Pulo Permatasari Perumahan Galaxy, Bekasi Selatan yang mengaliri air dari Perumahan Galaxy menuju Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK), Kecamatan Bekasi Barat menuju Kali Sunter.

Selain itu, sipon yang bermasalah juga ada di Perumahan Rawalumbu menuju Universitas Islam 45 Bekasi yang mengarah ke Kali Bekasi melintasi Perumahan Kartini dan Blu Mal.

“Totalnya ada 13 sipon di Tol Jakarta Cikampek yang saat ini perlu dinormalisasi,” terangnya.

Namun demikian Tri menilai upaya normalisasi sipon bermasalah itu memerlukan biaya yang besar karena alat yang digunakan pun harus berteknologi tinggi.

“Biayanya besar sehingga butuh peran serta pemerintah pusat dan sejumlah pemerintah daerah yang dilalui aliran sungai terkait,” ujarnya.

Solusi yang tengah digarap pihaknya adalah pembuatan sipon baru di sekitar 13 titik sipon bermasalah untuk memecah alirannya agar air dapat mengalir dengan lancar menuju Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pihaknya hingga kini masih memetakan sejumlah titik pembuatan sipon baru untuk digarap bersama dengan instansi terkait di tingkat provinsi maupun pusat.

Kepala Bidang Tata Air Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Dicky Irawan menambahkan, penanganan sementara 13 sipon yang sudah ada saat ini akan dilakukan normalisasi di bagian hilirnya.

“Sehingga aliran air tidak menambah parah sedimentasi yang sudah ada, di samping kita pecah alirannya melalui sipon baru yang akan kita buat nanti,” katanya. (Adv)

Comments

comments