Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Juli 19, 2019
Halaman Home » Opini » Jadi Gaya Hidup, Car Free Day Kota Bekasi Makin Kreatif dan Keren 
  • Follow Us!

Jadi Gaya Hidup, Car Free Day Kota Bekasi Makin Kreatif dan Keren  

KOTA BEKASI – Hari Bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di sepanjang Jl. Ahmad Yani Kota Bekasi sudah menjadi bagian dari trend gaya hidup (lifestyle) warga kota. Sejak dibuka tiga tahun lalu, area publik ini setiap Minggu pagi selalu dipenuhi aktivitas warga mulai dari olahraga dan berbagai kegiatan kreatif ala anak muda.  Komunitas – komunitas warga kota sebagai simbol dinamisnya perkotaan menambah Kota Bekasi makin unik dan keren.   

Ada komunitas reptil, street lowriders, Komunitas Pena Bekasi,  dan ITJ Bekasi. Sebagai alternatif hiburan warga beberapa komunitas yang menjadikan CFD sebagai tempat kumpul dan unjuk kreativitas seperti B2DC Kota Bekasi di tengah destinasi wisata yang minim.

Untuk komunitas reptil berkumpul di depan Halte Pemkot Bekasi, saling memamerkan berbagai jenis reptil yang sudah jinak. Puluhan penggemar reptil ini saling berbincang terkait hoby mereka. Bahkan para pengunjung CFD sering meminjam reptil untuk diajak selfi. Hal yang  sama juga dilakukan komunitas penggemar musang, kucing, ular dan anjing.

Senam kesegaran jasmani dan aerobik selalu digelar di Jl, Ahmad Yani No.1 persis di depan perkantoran pemkot Bekasi. Di atas panggung yang sudah disiapkan dan iringan musik senam, persis pukul 06.30 WIB sudah dimulai. Acara rutin ini selalu diminati pengunjung untuk berolahraga ringan dan mencari keringat.

Komunitas BMX selalu berkelompok dan menggelar berbagai atraksi membahayakan. Untuk penggemar sepeda membentuk rombongan kecil hilir mudik dari jembatan Summarecon hingga depan Islamic Center. Pemandangan yang sama terlihat untuk komunitas sepatu roda, komunitas sepeda ontel dan lain-lain.

Sayangnya, karena ribuan warga berkumpul dimanfaatkan para pengemis dan pengamen jalanan melakukan aksinya. Dengan menghindari petugas Sapol PP mereka curi-curi kesempatan, akibatnya para pengunjung yang ingin bersantai malah terganggu. “Ada aja wong orang lagi santai kok dimintain. Kok ada juga yang ngamen, lagian kenapa didiemin sama petugas,”gerutu seorang warga.       

TIDAK BOLEH UNTUK KEGIATAN POLITIK   

c3Karena selalu ramai dikunjungi warga, Pemkot Bekasi sering membuat panggung hiburan sekaligus mensosialisasikan program-program pembangunan seperti program smart city. Begitu juga organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah menggelar acara jalan santai bertepatan dengan Pra Musda Muhammadiyah Kota Bekasi.

Beberapa sekolah swasta juga sering menggelar berbagai acara sekaligus berpromosi keunggulan sekolah tersebut. Dengan banyaknya organisasi yang mejeng untuk bersosialisasi secara positif secara tidak langsung menambah kreativitas.

Namun, perlu diantisipasi area CFD untuk kegiatan-kegiatan yang berbau politik. Sebelum terjadi, area CFD harus steril dari kegiatan-kegiatan parpol, kegiatan –kegiatan protes warga dan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan CFD. Area CFD sebagai area publik harus benar-benar dimanfaatkan sebagai area olahraga, rekreasi, hiburan, sosial masyarakat dan ajang kretivitas warga kota.   

Dhendy (30) seorang warga yang mengaku setiap minggu pagi selalu berolahraga di area CFD, meminta Pemkot Bekasi mengeluarkan himbauan, agar area CFD bersih dari kegiatan politik, demo, dan aktivitas lain yang tidak ada hubungannya dengan CFD. “Dulu CFD di Jakarta ramai sekali, namun belakangan malah disalahgunakan untuk kegiatan yang bukan-bukan, seperti menyampaiakan protes dan berbau politik. Ya akhirnya para pengunjung terganggu,”jelasnya.    

DUTA KEBERSIHAN

c2Di area CFD ada beberapa kelompok siswa SMP, SMA/SMK di Kota Bekasi yang menjadi duta kebersihan. Sambil bersosialisasi untuk tidak membuang sampah sembarangan, dengan bergerombol keliling area CFD mereka membawa kantong plastik hitam besar sambil memungut sampah yang tercecer. Sampah yang sudah terkumpul dalam plastik akan dibuang di TPS terdekat.

Gerakan para anak muda ini setidaknya bisa menginspirasi para pengunjung CFD khususnya dan warga kota untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas perkotaan yang sudah dibangun dengan APBD. Rasa peduli dan memiliki itu diperlukan karena semua fasilitas warga kota untuk dinikmati sepenuhnya oleh warga kota. Kalau tidak dijaga dan dipelihara bersama, fasilitas perkotaan seperti taman, pendisrian, lampu jalan dan lain-lain akan gampang rusak karena ulah tangan –tangan jail. SEMOGA

Oleh; Mas Didit  

Comments

comments