Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Warga Sekitar Tak Tahu Ada Praktik Aborsi di Klinik dr. Jabat
  • Follow Us!

Warga Sekitar Tak Tahu Ada Praktik Aborsi di Klinik dr. Jabat 

BERITA BEKASI – Dugaan paraktik aborsi di Jalan Ir. H Juanda, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur masih dalam penyelidikan Kepolisian Resort Kota Bekasi. Pasalnya, klinik Bekasi Medical Centre milik dr. Jabat itu tidak di ketahui oleh warga sekitar.

Saat penggerebekan berlangsung, warga sekitar tidak menyangka, bahwa klinik tersebut di jadikan ladang untuk menggugurkan janin. Selama ini, dokter asal Sumatera itu dikenal oleh warga sekitar sebagai sosok yang baik.

“Saya tidak sangka dia buka praktik aborsi, karena kelihatannya orang baik,” ujar Joko (49) tukang ojek yang mangkal persis di depan klinik milik dr. Jabat, Kamis (28/4/2016) kemarin.

Ia mengaku, selama belasan tahun menjadi tukang ojek di kawasan Terminal Bekasi dan di depan klinik itu, tidak mengetahui keberadaan klinik tersebut sebagai tempat aborsi. Sebab, pasien yang berkunjung ke klinik tersebut bukan hanya pasangan muda mudi saja, namun orang tua dengan keluhan penyakit yang beragam.

“Klinik milik dr. Jabat itu tidak hanya membuka klinik kandungan, tetapi juga klinik gigi, umum dan sebagainya,” katanya.

Pasien yang datang ke sini lanjutnya, bukan hanya naik mobil, tapi ada juga yang naik motor. Kalau diperkirakan, jumlahnya sama lah banyaknya,” kata Joko. “Dalam sehari, jumlah pasien bisa mencapai ratusan orang yang datang,” tambahnya.

Selain Joko, tukang ojek lainnya, Mandung (45) juga tidak menyangka dengan klinik milik dr. Jabat yang dijadikan tempat aborsi. “Sumpah saya tidak tahu kalau ada praktik begituan (aborsi), karena pasien yang datang itu umum. Ada anak muda, orangtua dan anak kecil didampingi ibunya,” katanya.

Seingat Madung, klinik tersebut telah buka sejak tahun 1990-an. Saat itu, hanya ada klinik umum dan di lengkapi klinik spesialis. Bahkan, luas area klinik itu kata dia, dulunya sangat kecil. Namun lambat laun, bertambahnya pasien, luas area klinik juga di tambah, serta di lengkapi kolam pemancingan di bagian tengah kawasan klinik.

“Pasiennya sih banyak, bisa sampai ratusan orang tiap hari,” ujarnya.

Hingga kini, Polisi masih melakukan pengejaran kepada dua orang pelaku terduga, yakni JB (dr. Jabat selaku pemilik) dan dr. ALD. Lima tersangka lainnya telah diamankan berinisial YS, MRYN, NM, KRTN dan MMN.

“Sebetulnya ada 17 orang yang kami amankan, tapi tersangka yang sudah diamankan ada lima. Mereka terbukti bersalah,” ujar Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Heri Sumarji di lokasi. (Alfi)

Comments

comments