Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, September 20, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Tambang Ditutup, Ratusan Dumptruk Aksi Blokade Jalan
  • Follow Us!

Tambang Ditutup, Ratusan Dumptruk Aksi Blokade Jalan 

BERITA BANYUWANGI – Ratusan dumptruk menutup kawasan Jalan Ahmad Yani Banyuwangi selama hampir tiga jam, Kamis (7/4/2016) kemarin. Aksi blokade jalan ini sebagai upaya para pemilik galian C dan pengusaha armada angkutan material agar tambang yang masih mengurus ijin diperbolehkan melakukan aktifitas oleh Bupati Anas.

Jalan yang tertutup dumptruk ini mulai di depan Warung Bik Atik sampai Swalayan Vionata. Aksi blokade jalan memacetkan arus lalulintas serta keluar masuk kendaraan di sepanjang perkantoran yang ada di Jalan Ahmad Yani, termasuk Swalayan Vionata.

Melalui pengeras suara dua sopir dengan plat nomer dan nama bak tertentu diminta  kerendahan hatinya untuk menggeser kendaraannya. Tapi permohonan itu ditolak para sopir lain yang duduk bergerombol di depan pintu selatan Pemda Banyuwangi.

Penutupan tambang galian C tak berijin sejatinya tidak begitu berimbas pada angkutan material. Menurut pengakuan salah satu sopir dumptruk bernama lambung Cutter, permintaan angkutan material yang dia terima tetap ramai. Pasca penutupan galian C di Tanah Gandrung, material yang diangkut kebanyakan berasal dari Jember dan Situbondo.

“Umumnya pasir. Kadang ambil dari Jember. Kalau di Kota Santri material rata-rata diangkut dari Asembagus dan Banyuputih,” aku sopir asal Rogojampi kepada Beritaekspres.com yang mengaku hanya ikut-ikutan aksi sebagai bentuk solidaritas.

Aksi gabungan pengusaha galian C dan armada angkutan material ini secara resmi memang telah mengajukan ijin di Polres Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama tidak mempermasalahkan gerakan ini sepanjang tidak anarkis. “Silahkan menyampaikan aspirasi, namun tertib dan tidak anarkis,” ungkapnya.

Selaku petinggi kepolisian di Banyuwangi dirinya menyadari tuntutan para pengusaha galian yang menghendaki pembukaan kembali usahanya karena berkaitan dengan sumber pendapatan. Tapi para pengusaha juga harus sadar dan mengerti bahwa melakukan usaha harus disertai ijin yang berlaku.

“Tolong aturan itu dipatuhi. Lokasi galian yang telah rampung ditambang harus direklamasi. Perlu diperhatikan, kerusakan lingkungan akibat tambang akan ditanggung anak cucu. Kasihanilah mereka,” pintanya.

Perwakilan aksi, semisal Jose Rudi, Abdillah Rafsanjani, Mohammad Yunus dan Ketua Askab Agus Tarmidzi sempat berdialog dengan Kepala BPPT Abdul Kadir.

Pertemuan itu tak membuahkan hasil, karena pihak Pemerintah tidak berani memberikan lampu hijau agar 26 usaha galian yang ijin tengah diproses diperkenankan melakukan kegiatan pertambangan.

Jelang pukul 15.00 WIB, para perwakilan massa ini keluar kantor Pemda dan bergegas menuju perkumpulan para sopir armada angkutan material di pintu selatan Kantor Bupati. Mereka lantas naik ke atas salah satu kendaraan dan menggelar pengumuman.

Jose Rudi yang saat itu memegang pengeras suara menegaskan kepada para sopir bila mulai Jumat (8/4/2016) bekerja lagi. Pengumuman itu disambut sorak sorai para sopir yang lantas membubarkan diri sehingga Jalan Ahmad Yani kembali terbuka untuk umum.

Saat ditanya wartawan institusi mana yang memberikan signal bekerja lagi, baik Jose Rudi maupun Agus Tarmidzi tak menyebutnya. Keduanya hanya menekankan bahwa besok mulai kerja.

Jose Rudi malah mengaku pasang badan atas intruksi yang dia lontarkan. Sementara dari pengamatan para wartawan pasca pertemuan dengan Kepala BPPT Abdul Kadir, perwakilan massa ini tidak berdialog lagi. (Rony)

Comments

comments