Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juli 20, 2019
Halaman Home » Otomotif » Piston Unik Jadi Sebab Rasio Kompresi Skyactiv Mazda Tinggi
  • Follow Us!

Piston Unik Jadi Sebab Rasio Kompresi Skyactiv Mazda Tinggi 

BERITA OTOMOTIF – Mesin Skyactiv yang dimiliki Mazda diklaim mempunyai rasio kompresi tertinggi yaitu 1:14. Kompresi ini menurut Trainer Mazda Motor Indonesia, Ari Tristianto Wibowo merupakan impian semua insinyur otomotif di dunia, di mana torsi dan efisiensi bahan bakar dapat tercapai lebih baik.

Sayangnya kompresi tinggi berdampak pada kebutuhan bahan bakar beroktan tinggi dan risiko seringnya terjadi knocking (menggelitik).

“Semakin tinggi kompresi, risiko knocking semakin tinggi. Soalnya, tekanan yang dihasilkan saat pembakaran semakin tinggi. Bahan bakar bisa terbakar sendiri sebelum waktunya,” jelas Ari.

Bagi sebagian produsen, memundurkan waktu pengapian menjadi pilihan untuk mengatasi knocking. Hanya saja, solusi ini berdampak pada penurunan torsi yang signifikan.

“Efisiensi bahan bakar bisa dicapai, tapi torsinya turun kalau pakai cara ini. Jadi sama saja. Lalu bagaimana mengatasinya, Skyactiv punya solusinya,” ungkapnya.

Untuk menyiasatinya, Mazda melakukan pendekatan berbeda dengan pengubahan bentuk piston. Jika pada umumnya kepala piston rata, Skyactiv memiliki bagian atas yang menonjol berbentuk trapesium. Kemudian di bagian puncak dibuat ceruk, mirip seperti kawah gunung.

Pembakaran yang dinisiasi busi dapat dimanipulasi menjadi lebih merata. Karena ledakan terpusat di ceruk yang kemudian menyebar seimbang ke seluruh ruang. Dengan pembakaran yang sempurna menyebabkan uang mesin dapat didinginkan lebih cepat dan berdampak pada pencegahan gejala knocking.

“Bahan bakar yang terbakar sendiri itu karena suhu di dalam ruang mesin masih sangat tinggi,” terangnya.

Selain disebabkan ruang pembakaran yang masih panas, knocking dapat terjadi lantaran bahan bakar yang menunggu masuk ke mesin sudah memanas terlebih dahulu. Untuk itu, sistem injeksi langsung diperlukan. Soalnya, teknologi ini tak hanya mencegah bahan bakar memanas, tetapi juga mampu mendinginkan saat disemprot ke ruang pembakaran.

“Lewat injektor, bahan bakar disemprot menjadi partikel kecil. Masing-masing partikel memiliki permukaan yang luas saat terkena udara, jadi lebih dingin,” tuturnya.

Selain suhu ruang, desain ini mampu menaikkan titik didih bahan bakar. Titik didh yang lebih tinggi dapat mencegah bahan bakar terbakar sendiri.

“Kami menemukan bahwa titik didih itu dapat ditingkatkan. Analoginya seperti ini, ar itu mendidih di suhu 100 derajat celcius, dengan wadah cembung, titik didih air bisa ditingkatkan. Menariknya, waktu mendidihnya bisa dimanipulasi dengan memberikan intervensi seperti memasukkan benda. Ini bisa kita aplikasikan ke ruang pembakaran agar bahan bakar tidak terbakar sendiri,” jelasnya.

Sayangnya, meski mampu mencapai kompresi setinggi itu, untuk pasar Indonesia Mazda harus menurunkan spesifikasinya menjadi 1:13 akibat tidak tersedianya bahan bakar yang sesuai. (Otosia)

Comments

comments