Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Mei 25, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Komisi A: Jangan Ada Kecurangan di PDAM Tirta Bhagasasi
  • Follow Us!

Komisi A: Jangan Ada Kecurangan di PDAM Tirta Bhagasasi 

BERITA BEKASI – Komisi A DPRD Kota Bekasi himbau direksi PDAM Tirta Bhagasasi agar transparansi dalam penerimaan karyawan dan seleksi calon pekerja di perusahaan air minum milik daerah tersebut. Hal ini diungkapkan, terkait belum diseleksinya sejumlah pelamar yang menjadi pertanyaan besar sejumlah pihak dan Direksi PDAM TB yang seharusnya bisa menjelaskan mengenai belum terlaksana proses seleksi terhadap calon pegawai.

“Masa sudah lama penerimaan hingga sekarang belum ada seleksi, kasian nasib pelamar digantung seperti itu,” ujar Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi Dariyanto kepada Beritaekspres.com, Selasa (15/3/2016).

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bekasi, Solihin, dirinya melihat adanya indikasi dengan belum juga diseleksinya para pelamar, padahal dari Info yang didapat sudah ratusan pelamar yang mengirimkan lamaran ke PDAM TB. “Kasiankan, ratusan pelamar itu butuh kepastian,” terangnya.

Sementara adanya kabar indikasi KKN dalam penerimaan pegawai oleh pihak direksi PDAM TB selama ini, Solihin menghimbau agar pihak PDAM TB untuk mempublish atau mengekspos setiap nama karyawan yang diterima di perusahaan air bersih tersebut.

“Bila perlu nama – nama karyawan yang baru masuk di publish, kan selama ini seakan tertutup, harusnya terbuka dalam perekrutan, proses seleksi hingga penerimaan,” ungkapnya.

Politisi PPP Kota Bekasi itu menegaskan agar selama rekrutmen berlangsung jangan pernah memungut biaya sepeserpun kepada peserta, Selain itu penerimaan pegawai baru ini dijamin berlangsung transparan, profesional dan bebas KKN.

“Untuk itu, seleksi tak boleh diikuti oleh keluarga Dewan Pengawas dan Direksi bahkan sampai derajat ketiga atau titipan pejabat, menurut garis lurus atau ke samping termasuk menantu dan ipar. Selain itu pelamar tak memiliki hubungan suami atau istri dengan pegawai PDAM TB.

“Karena ini bukan perusahaan pejabat atau keluarga, perusahaan ini terbuka untuk umum semua masyarakat hususnya Kota Bekasi,” ungkapnya.

Untuk menjamin agar tak terjadi kolusi dan nepotisme, kata Solihin harus dilakukan beberapa filter untuk menjaring pelamar. Selain dari biodata keluarga, peserta harus mengisi surat pernyataan bukan keluarga Direksi dan Dewan pengawas serta suami dan istri pegawai. 

“Kalau itu juga masih lolos setelah menjadi pegawai dan ketahuan kalau yang bersangkutan memiliki ikatan keluarga maka akan digugurkan meski sudah menjadi pegawai,” tegasnya.

Untuk itu lanjutnya, pihaknya meminta agar PDAM Tirta Bhagasasi segera melakukan perbaikan management. “Kalau PDAM Tirta Bhagasasi mau menjadi perusahaan yang Mandiri Dan jadi perusahaan Daerah yang besar, maka mereka harus berbenah, jangan lagi ada titip titipan dari pejabat dan pihak manapun serta jauhkan KKN dari managemen perusahaan,” ulasnya.

Sebelumnya diberitakan, PDAM Tirta Bhagasasi membuka lowongan untuk posisi karyawan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu, sekitar bulan agustus 2015 lalu, Namun hingga kini proses seleksi belum juga dilaksanakan oleh jajaran direksi.

Kepala Kepagawaian PDAM Tirta Bhagasasi pada saat itu, Bambang kuswandi, membenarkan adanya penerimaan karyawan sekita bulan agustus lalu. “Waktu saya masih di sana, menang ada pembukaan lowongan, tapi sampai saya dimutasi belum ada seleksi, yang saya tahu sampai sekarang juga belum ada seleksi,” kata pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang PDAM Tirta Bhagasasi Wisma Asri ini, Bekasi Utara ini.

Dirinya mengungkapkan jika pada saat ia masih menjabat di kepagawaian, telah mengajukan kepada direksi untuk segera melakukan proses seleksi disebabkan sudah banyak lamaran yang masuk. “Sekitar 200 lebih lamaran sudah masuk saat itu, saya sudan bilang coba dilaksanakan seleksi tapi belum ada tanggapan,” katanya.

Sementara Kepala Kepegawaian (SDM) PDAM Tirta Bhagasasi saat ini, Abdurahman tidak ingin berkomentar banyak ketika ditanyakan proses seleksi yang tak kunjung dilaksanakan. “Iya benar, pembukaan lowongan sudah lama sebelum menjabat, saat ini belum ada proses seleksi,”jelasnya.

Ketika ditanyakan mengenai kapan diadakan seleksi, Abdurahman ogah menjawab pertanyaan. “Saya baru jadi tidak tahu, nanti saja ya mas, saya belum bisa jawab,” imbuhnya.

Mengenai kabar adanya karyawan baru yang tidak melalui proses seleksi, dirinya langsung mengalihkan pembicaraan. “Saya masih baru jadi belum tahu apa apa,” Jawabnya langsung menutup pembicaraan melalui telepon selulernya. (Gilang)

Comments

comments