Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Suprobowati Berharap Pemerintah Penuhi Janji Rehab Gedung Cagar Budaya
  • Follow Us!

Suprobowati Berharap Pemerintah Penuhi Janji Rehab Gedung Cagar Budaya 

BERITA SEMARANG – Meski sudah berulang kali disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Semarang, nampaknya bangunan cagar budaya di Lapas Wanita Kelas II Semarang (Lapas Wanita Bulu) yang digunakan sebagai ruang pelatihan belum juga direnovasi.

Hal tersebut dikatakan Kepala Lapas Wanita Bulu Semarang, Suprobowati kepada awak media di Semarang, Jumat (11/03/2016) kemarin.

Probo khawatir jika tidak segera direnovasi, bangunan yang digunakan sebagai ruang pelatihan itu bisa membahayakan warga binaan.

“Saya juga sudah membuat proposal dan menghadap Walikota, tim cagar budayapun sudah dua kali ke sini. Namun hingga kini belum juga terealisasi,” kata Probo.

Menurut Probo, gedung tersebut sangat membantu kegiatan warga binaan lapas yang difungsikan sebagai ruang pelatihan. Gedung yang sudah berusia lebih dari satu abad itu mampu menampung ratusan warga binaan.

“Bahkan janjinya mereka akan menindaklanjuti setelah Pilkada kemarin. Sekarang Pak Hendi sudah jadi Wali Kota belum juga terealisasi,” ungkapnya.

Suprobowati berharap agar pemerintah segera merenovasi gedung tersebut. Karena untuk merenovasi bangunan cagar budaya tersebut sesuai bentuk aslinya dibutuhkan dana yang cukup besar.

Probo mengaku telah mengajukan anggaran ke Kementerian Rp 900 juta, namun hingga tahun 2016 tidak turun sama sekali.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum dan HAM), Yasonna Laoly juga berjanji akan membantu perbaikan Lapas Klas II Wanita Bulu Semarang. Selain itu pihak Menkum dan HAM pun berjanji akan berusaha memfasilitasi untuk rehabilitasi.

Pihaknya menyadari, Kemenkum dan HAM tidak bisa membantu sepenuhnya karena keterbatasan anggaran.

“Kami hanya berharap perbaikan bisa dilakukan secepatnya karena bangunan tersebut membantu produktivitas warga binaan dalam menghasilkan barang-barang kerajinan,” pungkas Probo. (Nining)

Comments

comments