Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Februari 24, 2020
Halaman Home » Hukum » Kecewa Guru SMK Marsudarini Aniaya Siswi Dituntut 3 Bulan  
  • Follow Us!

Kecewa Guru SMK Marsudarini Aniaya Siswi Dituntut 3 Bulan   

BERITA BOGOR – Orang tua korban kecewa mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong Bogor, Jawa Barat yang menuntut selama 3 bulan penjara terhadap terdakwa Antonius Gatot Setiawan, seorang guru yang juga Wakil Kepala Sekolah di SMK Marsudarini Bogor yang telah melakukan kekerasan terhadap anak prempuannya CK (16) beberapa waktu lalu.

“Jujur ya, saya sangat kecewa sekali dengan tuntutan JPU yang hanya 3 bulan kepada terdakwa yang sudah melakukan kekerasan terhadap anak prempuan saya sampai dia trauma dan mengalami pecah pada bibirnya, hingga mengeluarkan darah,” ujar ibu korban Vivi Suryanti (37) kepada Beritaekspres.com, Kamis (25/2/2016).

Seharusnya lanjut ibu korban, hukuman itu yang membuat efek jera kepada pelakunya. Terlebih lagi, kekerasan itu dilakukan terhadap anak prempuan yang masih dibawah umur yang memerlukan bimbingan bukan malah dianiaya. “Apalagi pelaku ini seorang guru yang semestinya menjadi tauladan bagi anak didiknya. Dan dia juga sadar apa yang dia lakukan itu yang seharusnya lebih berat,” keluhnya.

Korban

Korban

Masih kata ibu korban, kalau tuntutannya aja cuma 3 bulan, lalu bagaimana dengan vonis Majelis Hakim nantinya? Bisa-bisa akan lebih ringan lagi. “Jaksa menuntut segitu dengan berbagai alasan dan pertimbangan katanya, tapi saya balik bertanya, apakah Jaksa itu juga dalam melakukan tuntutan tidak mempertimbangkan korban dan kami selaku orang tuanya?,” tannya kembali.

Ditambahkannya, memang penuntutan itu kewenangan dari Jaksa, tapi yang jelas kami selaku orang tua korban sangat kecewa dengan tuntutan Jaksa. “Kami merasa tidak mendapatkan keadilan dengan tuntutan Jaksa itu, biarlah kami tunggu sampai vonis Majelis hakim di Pengadilan Negeri Cibinong ini bagaimana akhirnya nanti,” tutup warga Kota Bekasi ini. (Thio)

Comments

comments