Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 22, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Pengiriman TKW ke Negara Moratorium Masih Marak Terjadi di Karawang
  • Follow Us!

Pengiriman TKW ke Negara Moratorium Masih Marak Terjadi di Karawang 

BERITA KARAWANG – Pemerintah Indonesia lewat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigirasi (Menakertrans) sudah mengeluarkan peraturan bahwa pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) informal (Job pembantu) ke negara-negara di Timur Tengah yang kena moratorium (penghentian pengiriman TKW karena tidak adanya MoU) adalah termasuk pelanggaran UU Nomer 21 Tahun 2007 tentang Trafficking (Tindak Pidana Perdagangan Orang).

Kabupaten Karawang merupakan salah satu daerah penyumbang pahlawan devisa terbesar di Indonesia dan menjadi lahan subur bagi para oknum sponsor nakal untuk merekrut para calon TKW yang akan diberangkatkan ke negara-negara moratorium tersebut.

Informasi yang didapat Beritaekspres.com dilapangan bahwa ada calon TKW yang berinisial R/K yang direkrut oleh salah seorang PL (Petugas Lapangan) bernama Abas dari PT. Palarima, salah satu PJTKI di Jakarta, dan akan diberangkatkan ke Abu Dhabi menjadi PRT (Pembantu Rumah Tangga).

Sewaktu dikonfirmasi terkait hal tersebut Abas tidak bisa berkelit, dan dia membenarkan bahwa salah seorang calon TKW yang beinisial R/K asal Desa Kemiri Kecamatan Jayakerta sudah direkrut untuk menjadi PRT ke Abu Dhabi.

PL kawakan ini berdalih bahwa kapasitas dia hanya PL yang mana calon TKW akan dioper ke sponsor yang bernama  BJ (Rasim) dan selanjutnya ke Alex (salah satu anggota KP2TKI). Nah, Alex inilah yang membawa calon TKW ke PT. Palarima.

“Saya cuma PL pak, saya punya atasan namanya Rasim dari Gempol tapi biasa dipanggil BJ dan pak BJ menyerahkan ke pak Alex,” akunya beberapa waktu yang lalu.

Dia menambahkan kalau dia sendiri kurang tau masalah negara moratorium, karena nyatanya calon TKW yang dia bawa diterima oleh  BJ dan Alex, bahkan pihak PT. Palarima pun menerima, padahal sewaktu mengantar R/K ke PT. Palarima sempat orang PT bilang kalau Abu Dhabi sudah tutup.

“Kalau masalah aturan saya kurang tau pak, tapi yang jelas calon TKW saya itu mau berangkat ke Abu Dhabi jadi PRT, diterima kok ama pak BJ dan pak Alex. Terlepas bagaimana prosesnya saya kurang begitu hafal pak,” imbuhnya.

Untuk diketahui bahwa Alex adalah salah satu anggota LSM Komite Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (KP2TKI) Karawang, hal ini terbukti dengan adanya sticker besar yang terpampang di kaca depan mobil inventarisnya yang biasa setiap hari terlihat mangkal di depan rumah sakit Proklamasi Rengasdengklok, dan hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang mantan sponsor D (38) saat di mintai keterangannya via telepon seluler.

“Ya emang benar pak, Alex adalah salah satu anggota KP2TKI Karawang.” Jawabnya singkat.

Sementara itu, di tempat terpisah salah seorang anggota LSM KOPR-TKI Karawang, Samsuddin sangat menyayangkan ulah para oknum sponsor yang masih mengirim TKW ke timur tengah yang sudah jelas-jelas kena moratorium oleh pemerintah Indonesia, terlebih ada oknum yang bersembunyi di balik lembaga yang mengatasnamakan perlindungan TKI.

“Saya menyayangkan ada oknum yang membuat lembaga perlindungan TKI menjadi topeng ulahnya, masa ada anggota KP2TKI mengirim TKW ke negara moratorium, seharusnya dia mencegah,” Jelasnya.

“Kepada pihak berwajib dan instansi atau badan terkait agar menindak tegas para oknum sponsor yang masih nakal dengan mengirim TKW ke negara yang sudah tutup, kasian saudara-saudara perempuan kita gak ada perlindungan disana.” Pungkasnya. (Sahram)

Comments

comments