Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juli 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Hujan Deras, Belasan Rumah Jadi Lengganan Banjir
  • Follow Us!

Hujan Deras, Belasan Rumah Jadi Lengganan Banjir 

BERITA BANYUWANGI – Hujan deras yang mengguyur kawasan Rogojampi menjadi mimpi buruk bagi belasan warga yang tinggal di Dusun Gang Sawo Dusun Maduran RT01/RW01, Desa/Kecamatan Rogojampi. Rumah mereka terendam banjir kiriman dari sungai Katesan, setinggi lutut orang dewasa, Senin kemarin (1/2/2016).

Bayu Bachtiar (35) salah seorang pemuda setempat mengatakan, hujan deras yang mengguyur kawasan Rogojampi sudah turun sejak pukul 12.00 WIB. Sejak hujan turun, awalnya masih aman tidak terjadi banjir. Air kiriman luapan sungai baru naik ke pemukiman warga sekitar pukul 15.00. WIB 

Puluhan warga yang rumahnya terletak dipinggir sungai langsung kebingungan menutup pintu masuk rumah mereka dengan peralatan seadanya, termasuk dengan karung goni berisi pasir.

“Tiap musim hujan selalu siap karung goni berisi pasir untuk antisipasi jika banjir datang,” katanya kepada Beritaekspres.com, dilokasi banjir, Senin (1/2/) sore.

Meski depan pintu masuk rumah warga sudah dipasang penahan air dari karung goni berisi pasir, luapan air masih tetap masuk ke dalam rumah-rumah warga. Tak pelak, air bercampur lumpur masuk hingga ke dalam kamar dan ruang tamu rumah warga. Beruntung, banjir kiriman itu tidak sampai merusak rumah dan peralatan rumah tangga.

“Masih selamat dan bisa dievakuasi ditempat yang lebih tinggi,” terangnya.

Ditambahkan Wanto, banjir kiriman luapan air sungai tersebut mengalir cukup deras di jalan gang sempit. Hingga berita ini ditulis, warga masih bersiaga di depan rumah masing-masing, karena mereka khawatir, banjir kiriman yang lebih dahsyat akan kembali mengancam hingga malam hari.

“Tahun 2013 lalu pernah terjadi di malam hari saat warga terlelap tidur,” ungkap Wanto (54) warga setempat yang rumahnya juga terendam banjir

Tak banyak yang bisa diperbuat warga, mereka hanya mampu menyelamatkan barang-barang rumah tangga dan peralatan elektronik yang berada di dalam rumah untuk diungsikan sementara waktu ditempat yang tidak terendam banjir.

Banjir kiriman tersebut kerap masuk ke perkampungan warga jika terjadi hujan lebat dan debit air sungai naik ke permukaan. Akibatnya debit air yang sejajar dengan ruma warga praktis meluber hingga ke perkampungan padat penduduk. “ Kalau tidak ada langkah pembenahan plengsengan sepanjang saluran sungai mungkin banjir terus tiap tahun,” tandasnya. (Rony Subhan)

Comments

comments