Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Soal Jajanan Mirip Kondom, KPAI Erlinda: Minta BPOM Turun Tangan
  • Follow Us!

Soal Jajanan Mirip Kondom, KPAI Erlinda: Minta BPOM Turun Tangan 

BERITA BEKASI – Kepala Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda Iswanto mengatakan, dirinya telah meminta kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk memeriksa lebih lanjut kandungan benda menyerupai kondom tersebut serta susu di dalamnya. 

Menurut Erlinda, meski belum bisa memastikan benda itu adalah kondom, ia mengatakan, jajanan tersebut tetap tidak layak dikonsumsi anak-anak. 

“Sebab secara kasat mata, mainan ini tidak layak untuk anak-anak, terutama benda berbentuk kondom itu berbahan plastik yang berpotensi mengandung zat kimia buruk, susunya pun tidak higienis,” ujar Erlinda,” kepada Beritaekspres.com, Senin (25/1/2016).

Sebelumnya, Kepala Polsek Bekasi Selatan Komisaris Jayadi beranggapan benda di dalam jajanan “Kotak Kado” yang menggemparkan itu bukanlah sebuah kondom. 

Jika dilihat dari bentuknya, Jayadi menilai, itu merupakan sebuah finger cot atau pelindung jari. 

Finger cot itu kayaknya, ituloh yang buat ambil alat elektronik kecil,” ujar Jayadi di Polsek Bekasi Selatan, Senin (25/1). 

Pantauan dilapangan, benda yang mirip kondom tersebut memang hanya berukuran sekelingking saja. Benda tersebut berwarna krem dan berbahan karet seperti karet yang digunakan pada balon. 

Terdapat alur-alur atau gerigi yang melingkari benda menyerupai kondom tersebut. 

Jayadi mengatakan, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai benda tersebut. Hanya saja, pihaknya sudah melakukan penarikan terhadap jajanan itu untuk meredam kekhawatiran masyarakat. 

Terpisah, Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Haryekti Rina Wulandari, juga mengatakan bahwa benda itu lebih menyerupai finger cot

Namun, dia bingung apa tujuan si pembuat “Kotak Kado” menaruh benda seperti itu di dalam jajanan anak.  “Maksudnya apa coba,” ujar Rina. (NDI) 

Comments

comments