Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Jembatan Penghubung Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk Patah
  • Follow Us!

Jembatan Penghubung Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk Patah 

BERITA DENPASAR – Jembatan yang menghubungkan jalan raya Denpasar-Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (23/1/2016) malam patah, sehingga kendaraan jenis bus dan truk dialihkan melalui Kabupaten Buleleng.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Tabanan dan Buleleng terkait pengalihan arus ini. Dari arah Denpasar untuk menuju Gilimanuk diarahkan lewat Tabanan tembus Buleleng baru Gilimanuk, demikian juga sebaliknya,” kata KBO Lalu Lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana Inspektur Dua Nyoman Yasa, sesaat setelah jembatan di wilayah Desa Dangin Tukadaya tersebut patah.

Untuk kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan sepeda motor, menurutnya, bisa melewati jalanan dan jembatan di desa yang diberi petunjuk arah dan dijaga petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informasi Pemkab Jembrana.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 21.00 WITA, jembatan ini amblas di bagian tengahnya sesaat setelah beberapa kendaraan melintas.

“Saat amblas, ada mobil patroli polisi yang kebetulan melintas dan merasakan guncangan cukup keras. Langsung saja, arus kendaraan dihentikan,” ujar Yasa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jembrana Gusti Putu Mertadana mengaku, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan terkait perbaikan jembatan yang putus tersebut, karena menjadi wewenang Balai Sungai Penida.

Di lokasi, tampak tiga orang petugas Balai Sungai Penida memotret jembatan tersebut dari berbagai sisi, termasuk dari bagian bawah.

Jembatan ini patah diduga karena tiang penyangga bagian tengah amblas, setelah tergerus air sungai yang sedang banjir.

Menurut beberapa warga, bagian tengah jembatan tersebut merupakan bagian dari bangunan lama, yang disambung dengan kontruksi saat dilakukan pelebaran.

“Kalau sisi jembatan hasil pelebaran kan tidak sampai ambruk. Mungkin karena bangunan baru,” kata salah seorang warga setempat.

Jalan raya ini merupakan satu-satunya akses terdekat dari Denpasar menuju Gilimanuk, sehingga saat jembatan putus, kendaraan besar seperti bus dan truk harus memutar lewat Kabupaten Buleleng, dengan jarak tempuh yang lebih jauh. (***)

Antara

Comments

comments