Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 12, 2019
Halaman Home » Kriminal » Hilang Sejak Malam Tahun Baru, Gadis Putus Sekolah Digarap 4 Pemuda di Bekasi
  • Follow Us!

Hilang Sejak Malam Tahun Baru, Gadis Putus Sekolah Digarap 4 Pemuda di Bekasi 

BERITA BEKASI – Bersama ayahnya, MD, bocah putus sekolah berjalan lunglai sempoyongan mendatangi Unit Perlindungan Prempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi, Senin (4/1/2016) kemarin sore.

Ia bercerita, jika putri bontotnya yang masih berusia 16 tahun itu, telah digarap oleh sekelompok pemuda yang dikenalnya lewat SMS nyasar. Tak hanya itu, korban dipaksa menegak minuman keras (miras) jenis Vodka yang dicampur dengan obat-obatan vitalitas, hingga MD linglung alias merancu saat diajak bicara.

Menurut ayah korban, Pohan (35), sebelum mengalami tindakan asusila, MD diketahui hilang sejak tahun baru, tepatnya pada, Kamis 31 Desember 2015  malam.

Ia pun mencoba menghubungi, nomor ponselnya. Namun, bocah asal Kampung Setu, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur itu tak kunjung mengangkat ponselnya.

“Udah tiga hari ia hilang, ponselnya sampai sekarang pun mati, gak aktif,” kata Pohan di SPK Polresta Bekasi Kota, kemarin.

Beruntung, pada hari Kamis, tepatnya saat Pohan menarik sewa angkot, ia mendapatkan kabar dari seorang anggota polisi. Ia lalu bercerita, jika MD telah ditemukan saat berjalan di jalan Jatiasih dengan kondisi sudah kumel dan rambut acak-acakan.

“Jadi saat itu kebetulan ada warga yang menemukan, lalu di serahkan ke polisi. Setelah ditanya sama polisi, anak saya kasih tau nomor ponsel saya, saya di kabari sama anggota Jatiasih. Lalu saya meluncur ke sana,” jelasnya.

Nahas. Di hadapan sang ayah, MD mengaku telah digarap di sebuah kebun kosong oleh sekelompok pemuda. Setelah sebelumnya, korban dipaksa menengak minumankeras.

“Jadi awalnya di kebun kosong, lalu di bawa ke kos-kosan di wilayah Jatiasih. Dia gak tau tepat nya dimana. Iya selama 2 hari, pas tahun baru, dan setelah tahun baru,” sesal Pohan dengan wajah sedih.

Atas hal tersebut, mereka lalu melaporkan kasus pemerkosaan ini ke PPA Polresta Bekasi Kota. Pihak penyidik pun masih mendalami kasus tersebut, petugas tampak kesulitan memeriksa lantaran korban masih dalam kondisi terpengaruh obat obatan.

“Tadi anak saya bilang, pelakunya ada 3-4 orang dengan dilakukan secara bergantian,” pungkasnya.  (Thio)

Comments

comments