Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Agustus 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Taati Surat Edaran Menhub, Truk Barang Dilarang Melintas Dijalur Utama Pantura Jawa Tengah
  • Follow Us!

Taati Surat Edaran Menhub, Truk Barang Dilarang Melintas Dijalur Utama Pantura Jawa Tengah 

BERITA BREBES – Terhitung mulai tanggal 30/12/ 2015 hingga 03/01/ 2016 mendatang, truk angkutan barang yang melintas di jalur Utama Pantura Brebes, Jawa Tengah, dilarang beroperasi. Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 48 Tahun 2015, tentang  Pengaturan Lalu Lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada Masa Angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.

“Berdasarkan surat edaran tersebut, maka kendaraan angkutan barang yang dilarang beroperasi meliputi diantaranya kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan/truk tempelan truk gandeng serta kendaraan kontainer dan kendaraan dengan sumbu lebih dari dua. Larangan tersebut diberlakukan terhitung sejak tanggal 30 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016,” ujar Kasatlantas Polres Brebes AKP Arfan Zulkan Sipayung SH SIK melalui Kanit Dikyasa Iptu Suroto kepada Beritaekspres.com saat dihubungi di sela-sela operasi bersama Dishubkominfo Brebes, berupa pemeriksaan surat-surat truk angkutan barang yang melintas di jalur Pantura, Jawa Tengah.

Kanit Dikyasa menuturkan, dalam operasi tersebut, pihaknya berhasil menindak sebanyak 23 truk angkutan barang yang melanggar ketentuan SE Menhub. Namun, tindakan tersebut baru sebatas imbauan untuk memarkir kendaraannya di kantong parkir.

“Selain memberikan imbaun, kami juga akan mengkandangkan truk angkutan barang yang melanggar surat edaran dimaksud saat digelarnya operasi di depan Terminal Kecipir, Tanjung, Brebes. Truk yang dikandangkan ini, boleh kembali jalan setelah tanggal 3 Januari 2016 mendatang,” terang Kanit Dikyasa.

Ditambahkan, kendaraan angkutan barang yang boleh beroperasi sesuai dengan surat edaran tersebut diantaranya kendaraan pengangkut BBM dan bahan bakar gas, ternak, sembako, pupuk, susu murni dan barang antar pos.

“Akibat keterbatasan tempat untuk menindak angkutan barang yang melanggar sehingga tidak diberikan sanksi tilang. Namun, sebatas teguran dan imbauan untuk masuk ke kantor pankir yang ada di sepanjang jalur Pantura. Meskipun demikian, ada beberapa kendaraan angkutan barang yang dikandangkan di Terminal Kecipir,” tandasnya. (Boy Rasta)

Comments

comments